13 May 2020, 17:55 WIB

Jasa Marga Tetap Antisipasi Lonjakan Kendaraan Pemudik


Bayu Anggoro | Nusantara

JASA Marga mengaku telah mengantisipasi berbagai hal terkait kemungkinan kepadatan kendaraan di jalan tol meski pemerintah masih menetapkan
larangan mudik pada Lebaran tahun ini.

Division Head Jasa Marga Metropolitan Toll Road Reza Febriano mengatakan, pihaknya tetap mendukung larangan mudik demi menekan penyebaran covid-19. Namun, dia memastikan Jasa Marga tetap berkomitmen dalam memberi pelayanan terbaik kepada para pengguna jalan tol dengan menyiapkan berbagai hal jika terjadi peningkatan volume kendaraan.

Baca juga: Mudik Karena ada Kepentingan Mendesak? Boleh, Ini Syaratnya

"Walaupun trafic cenderung landai, kami tetap beri pelayanan maksimal," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/5).

Dia menjelaskan berbagai hal yang telah dipersiapkannya seperti terkait layanan transaksi, konstruksi, dan tempat istirahat. Untuk layanan transaksi, pihaknya menyiapkan gardu operasi yang disesuaikan dengan kebutuhan. "Diupayakan antrean kurang dari 10 kendaraan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan seluruh peralatan tol selama 24 jam penuh seperti genset dan lainnya. "Personel juga disiapkan," ujarnya.

Dari sisi konstruksi, dia memastikan pihaknya telah menambah tingkat kemantapan jalan. Berbagai kerusakan jalan terus diperbaiki.

"Petugas tutup lubang disiagakan 24 jam. Saluran-saluran dibersihkan, dan kami juga menyiagakan water tank," tambahnya seraya menyebut kondisi di tempat istirahat pun terus diperbaiki.

Sementara itu, meski pelarangan mudik diberlakukan, pihaknya memprediksi puncak peningkatan arus kendaraan akan terjadi pada H-3 Lebaran. Hari Raya Idul Fitri inipun terjadi pada 24 Mei.

Meski begitu, dia juga memprediksi terjadi penurunan kendaraan pemudik pada Lebaran kali ini dibanding tahun lalu. "Tahun lalu terjadi peningkatan luar biasa. Kami pernah dalam sehari melayani 160 ribu kendaraan," katanya.

Dia merinci prediksi penurunan ini terjadi pada kendaraan dari arah Jakarta yang menuju timur sebesar 62%. Sebaliknya, kendaraan yang menuju arah Jakarta akan turun 58%. "Ini seiring kebijakan larangan mudik," katanya.

Meski begitu, dia belum mau menilai adanya kerugian akibat asumsi penurunan kendaraan ini. "Ini baru proyeksi, bukan realisasi," katanya. Selain itu, menurutnya juga labar-rugi perusahaan bisa diketahui pada akhir tahun.

Namun, dia mengakui ada penurunan kinerja pada level grup perusahaan yang mencapai 40%. Untuk menyiasati keamanan tingkat likuiditas, pihaknya melakukan berbagai efisiensi.

"Biaya-biaya lain kami coba efisiensikan. Kami prioritaskan untuk penggunaan fisik jalan tol," ujarnya.

Pihaknya juga telah mengajukan relaksasi perbankan terkait kewajiban-kewajiban yang ada. "Kami negosiasi dengan perbankan. Jalan tol memang cepat terdampak, tapi kami yakin cepat pulihnya juga," pungkasnya. (BY/A-1)

 

BERITA TERKAIT