13 May 2020, 17:17 WIB

DKI Tegaskan tidak Ada Peredaran Daging Babi di Pasar


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PEMERINTAH provinsi (pemprov) DKI Jakarta memastikan sejauh ini belum ada peredaran daging celeng atau daging babi secara ilegal. Menjelang Idul Fitri penipuan penjualan daging celeng yang dicampur dengan daging sapi tersebut kerap terjadi.

"Sampai sekarang tidak ada," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (13/5).

Darjamuni menyebut, pihaknya masih mengawasi pedagang-pedagang di pasar agar tidak melakukan praktek jual beli haram tersebut. Pasalnya, ditemukan kasus pemalsuan daging babi yang diolah menjadi daging sapi terjadi di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Selama hampir setahun terakhir, para pedagang curang tersebut mengedarkan sekitar 63 ton daging palsu tersebut.

Baca juga :Belum Ada Perusahaan yang Tak Sanggup Bayar THR

"Sekarang teman-teman Sudin sedang melakukan pengawasan. Nanti hasilnya diinfokan," jelas Darjamuni.

Diberitakan, Polresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan berhasil menciduk empat pelaku yang menjual daging celeng tersebut. Mereka berasal dari Solo, Jawa Tengah. Daging haram itu dikirim dari Solo ke Bandung dengan mobil pick-up.

Terpisah, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim menyayangkan tindakan curang para pedagang yang mengedarkan sekitar 63 ton daging celeng tersebut.

"Ini praktek bisnis yang tidak hanya curang dan jahat, namun juga meresahkan masyarakat karena daging palsu tersebut beredar di kalangan konsumen muslim yang mengharamkan daging babi," ujar Lukmanul. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT