13 May 2020, 16:49 WIB

Kolega Jadi Pj Wali Kota, Gubernur Sulsel Izinkan Mutasi Bawahan


Lina Herlina | Nusantara

GUBERNUR Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melantik koleganya di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Yusran Jusuf, sebagai penjabat Wali Kota Makassar.

Dalam pelantikan pada Rabu (13/5), Yusran menggantikan posisi Iqbal Suhaeb.

Yusran Jusuf memiliki latar belakang seorang akademisi. Ia sempat menjabat Dekan di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Pada pertengahan 2018, dia ditunjuk sebagai Ketua Tim Transisi Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.

Baca juga: Nurdin Abdullah: Sulsel Punya Semua, Tinggal Kekompakan

Kemudian, dia diangkat sebagai Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel. Setelah itu, Februari 2020, dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda). Dia juga memilih mengundurkan diri sebagai dekan yang harusnya berakhir 2023.

Yusran dilantik berdasarkan SK Mendagari nomor 131.73 - 779 tahun 2020 tertanggal 11 Mei. Sehingga, dia menjabat tiga jabatan strategis di pemerintahan, yaitu Ketua TGUPP Sulsel, Kepala Bapelitbangda Pemprov Sulsel, dan Penjabat Wali Kota Makassar hingga pemilihan kepala daerah (pilkada) yang harusnya digelar September 2020.

Baca juga: Nurdin Abdullah Perdana Jadi Cameo

Nurdin mengaku melihat kerja Iqbal yang ingin mengubah Makassar seperti yang diinginkannya hanya saja susah karena tidak solid. "Menjadi Pj itu tidak mudah, jadi ada tiga tantangan yang harus dilakukan Yusran selama menjadi penjabat," sebut Nurdin.

Baca juga: Gubernur Sulsel Harap tidak Ada yang Merekayasa Hak Angket

Pertama, berkomitmen memutus rantai penularan virus korona atau covid-19. Kedua, mencari solusi menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) serta karyawan yang dirumahkan. Ketiga recovery pasca-covid-19.

"Harus kita pikir bersama, dibutuhkan pikiran bersama. Dan setelah menjabat ini, saya sudah panggil Pak Yusran untuk bisa melakukan evaluasi secara meneluruh di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Setiap hari mutasi tidak apa-apa. Karena yang paling penting sekarang adalah kepatuhan, bukan anggaran. Jadi kerja harus simultan," seru Nurdin. (X-15)

BERITA TERKAIT