13 May 2020, 15:37 WIB

Pemerintah Jamin Stok Beras Nasional Aman


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan stok beras nasional dalam kondisi aman.

Ketersediaan beras yang berada di sejumlah gudang Perum Bulog tercatat 1,3 juta ton. "Kita juga masih dalam masa panen sampai Mei nanti. Diharapkan dengan tambahan hasil produksi itu, stok beras kita akan aman," ujar Airlangga seusai rapat terbatas, Rabu (13/5).

Untuk memastikan musim tanam periode selanjutnya berjalan lancar, PT Pupuk Indonesia berupaya maksimal untuk mempercepat distribusi pupuk ke seluruh wilayah.

Baca juga:Tak Terhalang Covid-19, Kabupaten Bandung Menuai Panen Raya

Langkah itu mendukung rencana Presiden Joko Widodo terkait percepatan musim tanam untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan pasokan pangan.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, telah menginstruksikan seluruh produsen pupuk untuk mempercepat distribusi ke gudang kabupaten dan distributor.

“Tujuannya agar pada saat dibutuhkan, pupuk sudah berada dekat dengan petani," jelas Aas.

Upaya tersebut seharusnya dilakukan sejak Februari untuk mengantisipasi potensi terhambatnya jalur distribusi akibat pandemi covid-19. Menurut Aas, saat ini stok pupuk yang berada di gudang kabupaten atau lini III, cukup untuk kebutuhan dua sampai tiga bulan ke depan.

Baca juga: Jokowi: Penurunan Daya Beli Sebabkan Deflasi Bahan Pangan

Total volume pupuk yang tersedia mencapai 972.996 ton. Terdiri dari 571.560 ton urea, 169.960 ton NPK, 72.693 ton SP-36, 112.999 ZA dan 45.784 ton organik. Perseroan juga menyiapkan armada tambahan, sehingga pengiriman pupuk bersubsidi dan komersil dapat berjalan lancar. Selain itu, armada darat juga dilengkapi tanda bertuliskan dispensasi khusus angkutan barang penting. Itu untuk memastikan kelancaran pengiriman pupuk ke seluruh Indonesia.

"Untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah pandemi dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pupuk Indonesia telah melengkapi seluruh armadanya dengan salinan surat Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, bagi seluruh produsen pupuk," tandasnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT