13 May 2020, 14:55 WIB

Polri Tangkap Penculik Anak di Cikarang dan Tanjung Priok


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

TIM Penyidik Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang yang diduga pelaku penculikan anak. Penangkapan itu berkat unggahan korban di media sosial (medsos).

Pelaku penculikan berinisial JP yang menggunakan nama palsu AS, 48, ditangkap saat menyamar menjadi sopir tembak di daerah Sentra Grosir Cikarang dan menemukan dua anak perempuan yakni RTH alias GPSNC, 12, dan JNF, 13, di rumah kontrakan Jalan Depan Sentra Grosir Cikarang Bekasi, Selasa (12/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Pengaduan dugaan tindak pidana melarikan perempuan belum dewasa atau penculikan anak, dibuat oleh orangtua korban JNF di Polsek Cipayung pada 15 April," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (13/5).

Baca juga: Hotman Paris Ingatkan Maraknya Pencurian Organ Tubuh Anak

Ahmad menjelaskan, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh penyidik Siber Bareskrim berdasarkan surat permohonan bantuan oleh Polres Metro Jakarta Timur.

Dari penangkapan itu, lanjut dia, seorang korban penculikan lainnya, RTH, telah diculik beberapa tahun silam atau saat korban masih berusia 8 tahun. RTH diculik di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara. Sedangkan JNF diculik sejak 11 April dari wilayah Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca juga: Intoleransi Mengontaminasi Anak-Anak

Tersangka awalnya berpura-pura mengajak RTH dengan dalih untuk mencari anaknya. Setelah itu, dia menggunakan RTH untuk mencari korban yang baru.

"Kemudian korban diajak berkeliling kota dengan menggunakan kendaraan angkot dan menjanjikan akan diberi motor," ujar Ahmad.

Sedangkan motif kejahatan tersangka, Ahmad melanjutkan, JP menggunakan anak untuk dieksploitasi secara ekonomi karena diajak mengemis dan secara seksual.

Pelaku bersama 2 anak korban selalu berpindah-pindah lokasi tempat tinggal saat menjadi buronan. Bahkan, tersangka dan dua korban sempat tinggal sementara di masjid, dan SPBU untuk menumpang mandi dan tidur.

Tim Siber Bareskrim Polri mengamankan dua motor yang diduga hasil curian, dua helm ojek daring untuk penyamaran, serta satu jaket ojek daring.

JP pernah melakukan perbuatan penculikan dan mencabuli anak tetangga kontrakannya di daerah Bekasi Selatan, Jawa Barat, serta diadukan di Polres Bekasi pada 25 Maret.

Polisi akan melakukan pemeriksaan visum, rapid test dan pendampingan psikolog kepada dua korban.

"Kami juga akan mencari keberadaan orangtua anak korban RTH alias GPSNC," ucap Ahmad.

Atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan persangkaan Pasal 332 KUHP dan Pasal 76 e juncto Pasal 82 UU No.35 Tahun 2014 tentang Perunahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selain itu, pemeriksaan juga akan dikembangkan terhadap pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan identitas dan pencurian kendaraan bermotor. (X-15)
Yakub Pryatama Wijayaatmaja

BERITA TERKAIT