13 May 2020, 14:45 WIB

Sesumbar Anies ke Media Asing, PDIP: Jangan Narasi Terus


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjutak kesal dengan pernyataan Gubernur Anies Baswedan saat diwawancarai oleh media Australia, The Sydney Morning Herald.

Menurutnya, apa yang disampaikan Anies tidak sesuai fakta soal klaim sudah menelusuri dan mengawasi kasus covid-19 sejak Januari di Jakarta.

"Itu tidak sesuai dengan kenyataan. Kasus pertama saja yang dari Depok baru dilaporkan pada 2 Maret. Harusnya Anies lebih mengedepankan kerja nyata daripada narasi yang tidak membangun," ujar Gilbert dalam keterangan resminya, Rabu (13/5).

Selain itu, Gilbert juga mengatakan WHO sendiri baru menyatakan covid-19 sebagai pandemi atau wabah dunia pada 11 Maret, dengan pernyataan 'alarming levels of inaction'.

Ia juga menyebut pada Januari Anies disibukkan dengan penebangan pohon di Monas. Ia menuding Anies melakukan pembohongan publik dengan mengatakan sudah mendapat persetujuan dari Tim Ahli Cagar Budaya soal revitalisasi Monas.

"Sejak awal Januari juga sudah sibuk dengan banjir berjilid-jilid dengan mengeluarkan dana BTT lebih dari Rp135 miliar. Itu saja tidak ada solusi jangka panjang soal banjir," tukas Gilbert.

Menurutnya, melihat suasana sejak awal Januari, tidak ada sedikitpun yang mendukung adanya tindakan menelusuri dan mengawasi kasus covid-19 sejak Januari di Jakarta.

Tak hanya itu, kritikan Gilbert lainnya ialah soal masalah bansos. Menurutnya, apa yang diucapkan Anies tidak sesuai dengan perbuatannya. Pada 9 April, Anies sempat menyinggung bakal memberikan bantuan daging ayam untuk masyarakat terdampak covid-19.

"Tidak ditemukan daging ayam di paket bansos. Janji bansos hanya berjalan dengan nominal Rp149.500. Belum lagi laboratorium covid-19 di kontainer yang sampai sekarang tidak jelas. Padahal sampel yang diperiksa akan menghasilkan limbah infeksius dan berbahaya," papar Gilbert.

Baca juga: Pemprov DKI Ngotot Kasasi Hadapi Pengembang Pulau H

Diketahui, dalam tulisan hasil wawancara media Australia, The Sydney Morning Herald, yang diterbitkan pada Kamis (7/5) berjudul 'Not allowed to do testing': governor says Jakarta was tracking Covid-19 cases in January

Pada 6 Januari, pemprov sudah menggelar pertemuan dengan rumah sakit di Jakarta untuk mengantisipasi virus covid-19 atau yang saat itu disebut sebagai fenomena pneumonia Wuhan.

Kata Anies, karena jumlah terus meningkat, pada Februari, seluruh jajaran pemprov diberi tugas untuk menangani virus tersebut.

"Ketika jumlahnya naik terus, kami tidak diizinkan melakukan pengujian. Jadi, setiap kali memiliki kasus, kami mengirimkan sampel ke laboratorium nasional (yang dikendalikan pemerintah). Dan kemudian laboratorium nasional akan menginformasikan, positif atau negatif. Pada akhir Februari, kami bertanya-tanya mengapa semuanya negatif?" ucap Anies. (OL-14)

BERITA TERKAIT