13 May 2020, 13:16 WIB

Pedagang Pasar Sayur Karangoloso Malang Jalani Rapid Test


Bagus Suryo | Nusantara

Pedagang pasar sayur Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjalani rapid test. Sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan seorang pedagang yang menolak dites. Setelah diberi penjelasan petugas Polri dan TNI akhirnya dia bersedia menjalani rapid test.

Rapid test massal dilakukan setelah Menteri Kesehatan menyetujui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya. PSBB meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Sebelum menjalani rapid test, petugas Dinas Kesehatan mengukur suhu tubuh para pedagang menggunakan thermal gun.

Bila ditemukan ada yang suhu badannya di atas 37º Celsius langsung diminta menjalani rapid test guna mengetahui yang bersangkutan reaktif atau tidak.

Baca juga: Babel Akan Coba Kefir Untuk Sembuhkan Pasien Covid-19

Dalam kegiatan itu, Pemkab Malang menargetkan 50 orang mengikuti rapid test. Tujuannya untuk melacak klaster pasar dengan prioritas utama orang tanpa gejala (OTG).

Melacak OTG di Kabupaten Malang penting mengingat angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 237 orang dan positif covid-19 sebanyak 47 orang.

Setiap orang yang menjalani pemeriksaan didata, lalu petugas medis memberikan saran agar yang hasilnya reaktif melakukan karantina mandiri.

"Bila tidak mau karantina mandiri, kita kirim ke lokasi karantina di Rusunawa Kepanjen," tegas Kepala Polsek Karangploso Ajun Komisaris Polisi Effendy Budi Wibowo, Rabu (13/5).

Pelaksanaan rapid test ini merupakan deteksi dini. Bila nantinya diketahui banyak yang reaktif, keputusan penutupan pasar bisa menjadi salah satu pertimbangan.

"Soal penutupan pasar, belum diputuskan. Yang jelas kita lakukan penyemprotan dan imbauan agar mengenakan masker," katanya.

Pantauan di pasar sayur Karangploso pedagang beraktivitas seperti sebelumnya. Mereka memakai  masker dan ada tempat cuci tangan di depan pasar. Namun, protokol keamanan covid-19 tidak dilakukan. Pedagang berjualan saling berdempetan. Physical distancing tidak dijalankan.

Aparat tidak bisa berbuat tegas terhadap para pedagang. "Kita kesulitan, kondisi dan luas pasar seperti ini, sehingga mereka berdekatan. Butuh space lagi, sehingga bisa diatur," tuturnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT