13 May 2020, 12:34 WIB

Komisi VIII DPR Minta Relaksasi Rumah Ibadah Segera Dilakukan


Putri Rosmalia Octaviyani | Humaniora

KETUA Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan relaksasi atau pelonggaran pelarangan aktivitas di rumah ibadah harus dilakukan. Khususnya di daerah yang tidak menerapkan PSBB.

Yandri mengatakan usulan relaksasi rumah ibadah, khususnya masjid di bulan Ramadan, berasal dari masyarakat di berbagai daerah. Mereka umumnya sudah merasa jenuh dan ingin beribadah Ramadan di masjid.

"Kita minta kemarin coba dipertimbangkan relaksasi masjid atau rumah ibadah yang lain pertimbangannya tadi karena banyak tuntutan dan mungkin juga mereka sudah suntuk udah lama tidak ke masjid, sudah lama tidak silaturahmi," ujar Yandri, dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Baca juga: Terkait Covid-19, Ikatan Pesantren Minta Waspadai Hasutan

Yandri mengatakan, usulan relaksasi rumah ibadah juga sudah relevan dilakukan. Mengingat pemerintah juga sudah mulai melakukan pelonggaran PSBB.

"Hari ini kan pemerintah yang memberikan contoh kelonggaran itu misalkan moda transportasi, yang di bawah 45 boleh bekerja, artinya PSBB ini sudah tidak sesuai dengan protap yang ada," ujar Yandri.

Karena itu, ia berharap relaksasi bisa segera dilakukan. Pembubaran kegiatan ibadah, diimbau Yandri, tidak lagi dilakukan selama ibadah dilakukan dengan tetap mengikuti protokol pencegahan covid-19.

"Nah oleh karena itu kita juga minta tidak ada overacting atau misalkan ada camat bubarkan salat Jumat, ada lurah atau apa aparat polisi yang membubarkan salat 5 waktu itu kita tidak mau yang begitu," ujar Yandri.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar nantinya disiplin menerapkan protokol pecegahan covid-19 dalam berkegiatan di rumah ibadah bila relaksasi sudah dimulai. Mulai dari tetap menjaga jarak, menggunakan masker, hingga penyediaan pembersih tangan yang memadai.

"Kita kembalikan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap korona. Misalkan tidak boleh ada jamaah di luar lingkungan sekitar tidak boleh ada tamu gitu. Tidak boleh mobil parkir di sekitar masjid, dan lain-lain," tutup Yandri. (OL-1)

BERITA TERKAIT