13 May 2020, 12:25 WIB

Ganjar Bantu Santri Rp2,3 Miliar


Haryanto Mega | Nusantara

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memberikan bantuan bagi para santri yang mondok di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Jateng yang tidak pulang kampung.

Tak tanggung-tanggung, bantuan Rp2,3 miliar diserahkan untuk para santri yang tidak mudik selama pandemi covid-19. Bantuan tersebut diambil Ganjar dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ganjar kepada salah satu pengurus ponpes di Jateng di Masjid Baiturrahman Semarang, Rabu (13/5).

Selain penyerahan bantuan untuk para santri, saat itu juga diserahkan bantuan 2000 paket sembako dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Jawa Tengah kepada Pemkot Semarang.

"Di Jawa Tengah, masih ada 23.000 lebih santri yang ada di 400 pondok pesantren. Mereka memutuskan untuk tidak pulang. Jadi, kami memberikan bantuan kepada para santri yang tidak mudik ini," kata Ganjar, Rabu (13/5).

Para santri tersebut, lanjutnya, berasal dari sejumlah daerah. Tak hanya dari Jateng. Banyak pula santri yang berasal dari luar Jawa.

"Mereka adalah patriot bangsa karena rela tidak pulang, sehingga hidupnya harus kita jamin. Saya berpesan pada pengurus pondok pesantren untuk menjaga agar tidak pulang. Ngaji saja di pondok," tutur Ganjar.

Selain para santri, Ganjar juga memastikan bantuan pada masyarakat yang membutuhkan terus dilakukan. Hari ini, bantuan provinsi untuk beberapa kota di Jateng juga sudah diberikan.

Baca juga: Fraksi PAN Tuding Paripurna DPRD Pekanbaru Ilegal

"Untuk kawan-kawan kita yang ada di Jabodetabek, kami juga akan segera kirim bantuan. Insya Alhah minggu depan kami kirim agar mereka di sana terjamin," tutupnya.

Pengurus pondok pesantren Al-Mas'udiyah Bandungan Semarang, Muhammad Tohirudin mengatakan bantuan dari pemerintah itu sangat membantu para santri. Di pondoknya, ada 340 santri yang tidak pulang.

"Jadi, bantuan ini sangat membantu kami yang tidak pulang ini. Soalnya sekarang sedang susah. Kiriman dari rumah juga seret," imbuhnya.

Tohirudin menerangkan jumlah total santri di ponpesnya sekitar 1.800 santri. Mayoritas santri berasal dari daerah dekat pondok, sehingga mereka diperbolehkan untuk pulang.

"Tapi yang dari jauh dan luar kota atau luar pulau tidak boleh pulang. Apalagi yang daerahnya sudah ditetapkan sebagai zona merah. Kami meminta mereka semua tetap di pondok dan ngaji bersama," tutupnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT