13 May 2020, 10:15 WIB

Terkait Covid-19, Ikatan Pesantren Minta Waspadai Hasutan


Deri Dahuri | Humaniora

SAAT ini, makin marak orang atau kelompok yang percaya bahwa lewat pandemi virus korona atau Covid-19, ada upaya pemerintah untuk semakin mengecilkan dan menyudutkan umat Islam. 

Mereka memakai alasan imbauan larangan ibadah seperti salat Jumat, tarawih atau bahkan salat Idul Fitri, juga larangan mudik sebagai bentuk menyudutkan umat Islam.

Ketua Umum DPP Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH. Zaini Ahmad, S.RK mengimbau, masyarakat jangan sampai terhasut ajakan kelompok ini untuk tidak taat dengan pemerintah. 

"Hasutan-hasutan semacam ini banyak di media sosial, maupun secara langsung di masyarakat. Hasilnya, ada yang tetap mengadakan kegiatan keagaaman secara berjamaah," ujar Zaini Ahmad dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (13/5).

Zaini mengingatkan bahwa larangan oleh pemerintah itu bukanlah ibadahnya, melainkan berkumpul atau berkerumun yang bisa membuka peluang terjadinya penyebaran virus korona.

Dia meminta, masyarakat tidak terpengaruh dengan hasutan kelompok apapun yang mengatasnamakan agama yang ingin membuat hubungan tak harmonis antara masyarakat dengan pemerintah.

Menurut Zaini, selain waspada Covid-19, masyarakat juga harus waspada ajaran radikal yang terus berusaha mencari celah. Salah satunya mendompleng isu Covid-19 ini. 

"Mereka gencar membuat masyarakat tidak percaya pemerintah. Padahal tujuan mereka sengaja memecah belah umat atau masyarakat agar bisa mencapai tujuan keolompok mereka sendiri," kata Zaini.

"Pancasila adalah ideologi final bagi kita dalam berbangsa dan negara. Oleh karena itu, mari kita sebagai elemen penting dari negeri ini bersama-sama melawan faham yang melenceng dari ajaran Pancasila," pungkasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT