13 May 2020, 08:06 WIB

Militan Serang Rumah Sakit, Perdamaian di Afghanistan Berakhir


Basuki Eka Purnama | Internasional

KESEPAKATAN damai di Afghanistan, Selasa (12/5), berakhir setelah pemerintah memerintahkan militer kembali melakukan operasi ofensif setelah kelompok militan menyerang sebuah rumah sakit bersalin dan upacara pemakaman.

Sedikitnya 14 orang tewas, termasuk bayi yang baru lahir dan perawat, ketika sekelompok orang bersenjata menyerbu sebuah rumah sakit bersalin di Kabul, Selasa (12/5) pagi. Tidak lama kemudian, sebuah serangan bunuh diri saat upacara pemakaman menyebabkan puluhan orang tewas.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi penyerangan di rumah sakit bersalin. Namun, Islamic State (IS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan di upacara pemakaman seorang komandan polisi di Provinsi Nangarhar.

Baca juga: Harga Minyak Naik, OPEC Ingin Perpanjang Pemotongan Pasokan

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menuding kedua serangan itu dilakukan oleh Taliban dan IS.

"Hari ini, kita menyaksikan serangan teror oleh kelompok Taliban dan IS di sebuah rumah sakit di Kabul dan sebuah pemakaman di Nangarhar, serta sejumlah aksi lainnya di negeri ini," ujar Ghani dalam siaran televisi.

Dia kemudian memerintahkan militer Afghanistan untuk mengakhiri posisi bertahan dan kembali ke posisi menyerang serta melanjutkan operasi melawan para teroris.

Keputusan itu diambil beberapa bulan setelah militer Afghanistan hanya akan bertahan terhadap serangan Taliban sebagai bentuk niat baik menjelang perundingan damai.

Namun, kelompok Taliban mengabaikan hal itu dan melancarkan serangkaian gelombang kekerasan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT