13 May 2020, 07:15 WIB

Agar Mereka ke Masjid tidak hanya untuk Disalatkan


(Ihfa Firdausya/H-3) | Ramadan

ADA yang tak biasa sebelum terjadinya pandemi covid-19. Lalu-lalang orang berkebutuhan khusus menjadi pemandangan yang biasa di Masjid El-Syifa, Ciganjur, Jakarta Selatan. Masjid ini dikenal ramah bagi kaum disabilitas sejak fasilitas penunjang dibangun pada Desember 2018.

Pembangunan fasilitas masjid bermula dari e-mail seorang penyandang disabilitas kepada pengurus DKM Masjid El-Syifa. "Dalam e-mail, ia curhat karena sering kesulitan untuk salat di masjid. Ia ingin bisa salat di masjid, jangan sampai dia masuk masjid hanya untuk disalatkan," terang Sekretaris DKM Majis El-Syifa, Ustaz Hadi Saifullah, kepada Media Indonesia, kemarin.

"Saya menilainya ini adalah ilham atau hidayah dari Allah kepada saya. Ini menggugah perasaaan saya dan jadi merasa bersalah karena ada hak saudara kami yang terabaikan," lanjut Ustaz Hadi. Kemudian, ia bertekad mewujudkan fasilitas bagi penyandang disabilitas di Masjid El-Syifa. Awalnya, ia bersama rekan-rekannya mencari di internet bentuk dan model bangunan tempat wudu khusus yang bisa dimodifi kasi. Namun, tidak ada bentuk yang dimaksud.

"Kami coba bikin gambar dan mock up dari bahan gabus. Kami juga pinjam kursi roda untuk mengukur tinggi dan lebar yang dibutuhkan," lanjutnya. Setelah mock up jadi, Ustaz Hadi mengonsultasikan model tersebut dengan temannya yang paham. Tempat wudu yang dibangun merupakan bangunan baru yang terpisah dari jemaah umum. Saat memasuki area wudu, penyandang disabilitas tidak perlu susah payah karena jalan melewati pintu masuk dibuat landai (ramp). Di dalam toilet, tersedia pegangan (handrail) dua sisi di temboknya. Jika mengalami kesulitan, bel darurat tersedia untuk memanggil asisten tenaga pendamping.

Tersedia juga wastafel khusus membasuh bagian atas, seperti area kepala dan tangan. Wastafel ini bisa ditarik mendekat ke bagian tubuh. Di bawahnya, tersedia shower untuk membasuh kaki. Di pintu keluar tempat wudu dipasang karpet rambut untuk mengeringkan roda. "Alhamdulillah, minimal setiap Jumat, rekan-rekan disabilitas hadir, malah di antaranya ada yang rutin menjadi muazin salat Jumat sebelum pandemi," terang Ustaz Hadi.

Dikutip dari kanal Youtube Masjid El-Syifa, salah seorang disabilitas bernama Rani bersyukur dengan adanya fasilitas ramah disabilitas di tempat ibadah. "Biasanya kalau misalnya kami berangkat ke masjid bersama keluarga, kami di mobil saja, enggak berani turun karena enggak bisa wudu, juga karena terbatas ruang geraknya," ungkapnya. "Mudah-mudahan masjid ini bisa dicontoh masjid-masjid lain, baik di Jakarta maupun di Indonesia," imbuhnya. (Ihfa Firdausya/H-3)

BERITA TERKAIT