13 May 2020, 06:29 WIB

Di Tengah Pandemi, Warga Moskow Kembali Bekerja


Basuki Eka Purnama | Internasional

DI dalam sebuah bus yang melintas di pusat Kota Moskow, Rusia, seluruh penumpang, termasuk pengemudi, mengenakan masker dan sarung tangan. Hal itu merupakan kewajiban saat kota itu secara perlahan membuka aturan lockdown.

"Hal ini positif karena ini adalah langkah yang perlu," ujar Tatiana Khan, 25.

Ibu Kota Rusia yang berpenduduk 12 juta jiwa orang itu masih berstatus lockdown. Namun, sebanyak setengah juta orang yang berkeja di sektor konstruksi dan industri telah diizinkan kembali bekerja untuk pertama kalinya sejak akhir Maret lalu.

Untuk menghindari peningkatan kasus covid-19, pemerintah kota mengharuskan warga mengenakan masker dan sarung tangan saat menggunakan transportasi publik. Pelanggarnya akan didenda sebesar 5 ribu rubles (sekitar Rp1 juta).

Baca juga: Putin Longgarkan Pembatasan saat Covid-19 Meningkat

Khan merupakan pekerja esensial yang dipekerjakan otoritas perumahan. Dia bertugas mendisinfeksi apartemen untuk menghindari penyebaran covid-19.

"Jika semua orang sejak awal mengenakan masker dan mematuhi aturan pembatasan, saya rasa tidak akan ada penyebaran penyakit yang separah ini," kata Khan.

Per Selasa (12/5), Rusia menjadi negara di dunia dengan angka kasus covid-19 terbanyak kedua setelah Amerika Serikat (AS) dengan lebih dari 232 ribu kasus.

Moskow menjadi kota yang paling parah terhantam covid-19 dengan lebih dari 121 ribu kasus dan mencakup lebih setengah angka kematian nasional yaitu sebanyak 2.116.

Warga Moskow masih harus menjalankan aturan lockdown hingga 31 Mei mendatang. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT