13 May 2020, 06:21 WIB

Sumbar Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar PSBB


Yose Hendra | Nusantara

PEMPROV Sumatra Barat (Sumbar)akan siapkan sanksi bagi pelanggar Pembatasan  Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini didasari masih belum efektifnya PSBB yang sudah memasuki jilid II. Hingga Rabu (13/5) pagi, jumlah positif covid-19 di Sumbar semakin bertambah, dengan total 319 kasus, 18 orang di antaranya meninggal  dunia.

Lemahnya disiplin warga dalam mematuhi PSBB ditengarai salah satu penyebab belum ampuhnya PSBB membendung grafik naik angka positif  covid-19.

"Mari kita tuntaskan secepatnya penanganan Covid 19 di Sumatra Barat. Keberhasilan PSBB sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat Sumbar untuk disiplin menjalankan ketentuan PSBB seperti tetap di rumah saja. Selalu pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak, hindari kerumunan dan jaga pola hidup sehat cuci tangan dengan sabun," kata Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit, Rabu (13/5).

Nasrul menegaskan, untuk menekan jumlah penularan perlu dilakukan upaya pengawasan dan patroli dalam daerah, melakukan pelayanan laporan masyarakat dan penegakan hukum serta pengawasan perbatasan jalur darat, udara dan pelabuhan.

"Pemprov Sumbar bersama TNI-Polri juga akan menerapkan sanksi tegas bagipelanggar PSBB. Sanksi ini berlaku bagi orang perorangan dan juga bagi perusahaan atau dunia usaha." tambahnya.

Terkait dengan sanksi, tentunya harus sesuai dengan aturan yang ada. Untuk itu Nasrul Abit mengharapkan agar masyarakat dapat menjalankan PSBB dengan disiplin dan untuk petugas, benar-benar bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Ia berharap pelaksanaan PSBB yang kedua ini agar benar-benar dimaksimalkan agar dapat mencegah penyebaran covid-19 di Sumbar.

"Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi Sumbar perlu melakukan kerjasama dengan semua elemen mulai dari jajaran pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, niniak mamak sampai masyarakat sendiri," katanya.

Nasrul Abit menyatakan, bahwa wabah covid-19 tidak bisa diprediksikan kapan berakhirnya di Sumbar.

"Kita semua harus kompak untuk atasi covid-19, tidak ada yang bekerja sendiri-sendiri, agar cepat selesai maka semua harus disiplin melaksanakannya," tegasnya.

Nasrul mengharapkan agar setiap petugas dalam melaksanakan tugas di lapangan harus fokuskan dalam pengawasan dan patroli dalam daerah. Ini semua untuk mencegah penularan covid-19. Karena penularannya begitu cepat perlu kesadaran untuk membatasi diri berinteraksi sosial dan menjaga diri sesuai protokol kesehatan.

baca juga: Kemenkes Setujui PSBB di Palembang dan Prabumulih

"Patroli digelar antara lain untuk mengajak masyarakat agar tidak berkerumunan, imbauan untuk tinggal dirumah dan ajakan pola hidup sehat. Bagi masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah diwajibkan menggunakan masker dan tetap jaga jarak," serunya.

Sementara Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sumbar, selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menyebutkan, hingga kemarin ada penambahan sembuh 3 orang, sehingga total sembuh 70 orang dan meninggal bertambah 1 orang lagi total menjadi 18 orang. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT