13 May 2020, 05:05 WIB

Nadya Hutagalung Berkreasi di Tengah Pandemi


FETRY WURYASTI | Hiburan

NADYA Yuti Hutagalung, 45, model dan mantan presenter MTV Asia, membuat platform untuk informasi covid-19 di Singapura. Dia melakukan hal itu karena terlalu banyak informasi yang simpang-siur mengenai berbagai barang yang dibutuhkan mereka yang terdampak virus korona di negara tersebut.

Nadya kemudian mengulik apa yang bisa dia lakukan. Selama ini, dia juga aktif bekerja di bidang lingkungan, konservasi hewan, dan kemanusiaan. Keahliannya itu kini dia fokuskan untuk kebutuhan sekarang, yakni menolong orang-orang terdampak covid-19.

"Tiga minggu lalu saya mendapat pesan Whatsapp, orang-orang membutuhkan laptop untuk anak belajar online, APD untuk para pekerja medis di rumah sakit, dan masih banyak lagi. Namun, ternyata kita tidak tahu kebenaran informasi itu," kata Nadya dalam Live Instagram bersama Sarah Sechan, Senin (11/5).

Karena itu, dia membangun platform yang mengumpulkan tiga bidang donasi, yaitu yang ditujukan bagi pekerja medis, kesehatan mental, dan individu, juga keluarga yang terpapar risiko covid-19. Menurut cerita Nadya, banyak kasus kekerasan rumah tangga yang dialami kaum perempuan selama pandemi.

"Seharusnya masa seperti ini yang aman tinggal di rumah, tapi ternyata di helpline-nya, banyak yang mengadukan kekerasan domestik itu." Nadya mengungkapkan, selama pandemi banyak orang menjadi stres. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga berisiko garagara belajar di rumah karena situasi tidak mendukung.

Dia memperkirakan platform ini akan diluncurkan minggu depan. "Segera," kata Nadya. Terpisah keluarga Wanita blasteran Batak-Australia ini pun menyempatkan waktu untuk berbagi kehidupannya di masa pandemi virus korona melalui IG Live bersama Sarah . Kata Nadya, dia menjalani masa karantina mandiri terpisah dengan anggota keluarganya. Anak pertamanya, Tyrone, 25, tinggal di Australia. Adapun Nadya bersama anak keduanya, Fynn, 16, dan si bungsu Nyla, 12, bermukim di Singapura. "Kami (dirinya dan Tyrone) berkomunikasi mungkin 2-3 kali dalam seminggu, biasanya melalui Whatsapp," cerita Nadya.

Untuk mengendalikan stres, Nadya kerap menyibukkan diri dan menyeimbangkan hidup dengan berlatih yoga dan pilates serta berjalan kaki. Selain itu, dia memiliki hobi memasak dan baking. " Setiap hari saya juga butuh menulis, makan sehat, latihan," terang Nadya.

Selama masa karantina, dia pun mempelajari hal baru, yakni pekerjaan yang berkaitan dengan reparasi kayu. Dia, misalnya, membuatkan rumah kandang tingkat untuk hamster peliharaan anaknya, membuat meja hingga lemari "Saya tidak belajar dari tutorial maupun Youtube. Semuanya saya coba sendiri, dari imajinasi saya," kata Nadya.

Menurut dia, seseorang perlu belajar sebanyak mungkin agar bisa melihat hal-hal dari lingkup yang luas dan menemukan apa yang menarik bagi mereka untuk mengembangkan diri. "Seseorang bisa saja tertarik untuk menjadi helper bagi warga lansia, atau menjadi aktivis untuk menyuarakan suara-suara minoritas," tukas Nadya. (M-4)

BERITA TERKAIT