13 May 2020, 05:08 WIB

PSBB di Depok Diperpanjang Hingga 26 Mei


Octavianus Dwi Sutrisno | Megapolitan

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok resmi diperpanjang untuk ketiga kalinya. Waktu penyelenggaraan ditetapkan mulai 13 Mei 2020 hingga selama dua pekan (14 hari) ke depan.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan perpanjangan PSBB juga telah disetujui Gubernur Jawa Barat (Jabar) dengan diterbitkannya Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.263-Hukham/2020.

"Selain Kota Depok, ada beberapa wilayah yang telah disetujui perpanjangan penerapan PSBB yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi," kata Idris, Selasa (12/5).

Baca juga: Jemaah Tambora Tunggu Hasil Tes Swab

Kemudian keputusan perpanjangan PSBB tersebut juga diperkuat keputusan Wali kota Depok Nomor 443/206/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tanggal 12 Mei 2020.

Idris menuturkan langkah perpanjanganPSBB harus kembali diambil melihat tren perkembangan kasus terkonfirmasi (positif) covid-19 yang terus mengalami penambahan per harinya.

Berdasarkan informasi data terbaru yang dihimpun dari tim gugus tugas penanganan dan percepatan Covid-19, jumlah warga Depok yang positif
terinfeksi virus korona adalah sebanyak 363 orang, sementara sehari sebelumnya berjumlah 360 orang. Dinyatakan sembuh 66 orang.

"Hari ini ada penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak tiga orang. Bila dilihat dari awal penyelenggaraan PSBB, kasus positif (covid-19) ini semakin berkurang bila dibandingkan beberapa waktu ke belakang yang penambahannya rata-rata lima orang per hari," katanya.

Sementara untuk pasien berstatus dalam pengawasan (PDP) berjumlah 1.353 orang, dinyatakan selesai pengawasan (negatif covid-19) 630 orang. Sementara masih dalam pengawasan 710 orang.

"Orang dalam pemantauan (ODP) 3.508 orang, dinyatakan selesai pemantauan (negatif covid-19) 1.943 orang. Sedangkan masih dalam pengawasan 1.565 orang," jelasnya.

Idris menegaskan sesudah penyelenggaraan PSBB di Kota Depok, terbukti terjadi penurunan rata-rata untuk PDP, ODP, dan OTG per harinya.

"Pada PSBB kedua, penambahan PDP sebanyak lima hingga enam kasus, ODP sebanyak delapan kasus, dan OTG sebanyak 11 kasus. Penambahannya, saat ini, tidak terlalu tinggi bila dibandingkan, beberapa waktu kebelakang," pungkas. (OL-1)

BERITA TERKAIT