13 May 2020, 05:55 WIB

Cegah Krisis, Semua Harus Menanam


MG/DW/BB/HI/FB/YH/BN/JH/TS/N-2 | Nusantara

ANCAMAN krisis pangan di masa pandemi jadi perhatian sejumlah ulama di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kemarin, mereka bertemu di Pondok Pesantren Alhamidy, Banyuanyar.

Dua dari tiga imbauan yang mereka ikrarkan berbicara soal pangan. “Ulama meminta masyarakat berhemat. Kedua, warga diminta memanfaatkan halaman rumah dan lahan kosong untuk ditanami umbi-umbian, jagung, dan tanaman yang mendukung ketahanan pangan,” ungkap RKH Mohammad Thohir Abd hamid, juru bicara ulama.

Di masa pandemi, ujarnya, warga tidak boleh menghamburkan uang untuk berbelanja barang yang bukan kebutuhan pokok. “Pandemi harus disikapi dengan perubahan perilaku,” tandas Thohir.

Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo juga terus bergerak ke daerah untuk memacu petani melakukan percepatan masa tanam demi mengatasi ancaman krisis. Kemarin, dia mendatangi kawasan pertanian di Desa Su­ngai Belida, Kecamatan Lem­puing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.

“Segerakan menanam karena Juni akan lebih kering. Kami membantu percepatan dengan sarana produksi pertanian,” kata Menteri.

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, percepatan tanam dilakukan di area seluas 3.648 hektare. “Setelah panen, pasokan air masih bagus sehingga petani digerakkan untuk segera menanam lagi,” aku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Andri Setiawan.

Sebelumnya, di area yang sama, petani bisa memanen 21.404 ton gabah pada musim lalu. Kebutuhan pangan warga di masa pandemi juga menjadi perhatian Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. Gerakan menanam tanaman pangan bulanan pun dipilih sebagai jalan keluar.

“Kami bergerak menanam singkong, ubi, dan tanaman hortikultura lainnya. Saat ini penanaman difokuskan di Kecamatan Oba utara, Kota Tidore Kepulauan, guna memantapkan ketahanan pangan masyrakat di tengah wabah,” tuturnya. (MG/DW/BB/HI/FB/YH/BN/JH/TS/N-2)

 

BERITA TERKAIT