13 May 2020, 07:00 WIB

Vitamin D Cegah Kematian Pasien Covid-19


MI | Humaniora

TIM peneliti yang dipimpin oleh Northwestern University, Amerika Serikat, menyatakan asupan vitamin D berperan penting dalam menekan angka kematian akibat virus korona (covid-19).

Negara-negara dengan tingkat kematian covid-19 yang tinggi, seperti Italia, Spanyol, dan Inggris, ternyata memiliki tingkat asupan vitamin D yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pasien di negara-negara yang tidak terdampak parah.

“Sistem perawatan kesehatan di Italia utara merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Sebaliknya, tim kami melihat korelasi yang signifikan dengan kekurangan vitamin D,” jelas Profesor Teknik Biomedis di McCormick School of Engineering Northwestern, Vadim Backman, seperti dikutip dari Science Daily, Senin (11/5). 

Kadar vitamin D dalam tubuh berkorelasi dengan badai sitokin, yaitu kondisi hiperinflamasi yang disebabkan oleh sistem kekebalan yang terlalu aktif, serta korelasi antara kekurangan vitamin D dan kematian. Vitamin D tidak akan mencegah pasien tertular virus, tetapi dapat mengurangi komplikasi dan mencegah kematian pada mereka yang terinfeksi.

Rekan peneliti pascadoktoral di laboratorium Backman, Ali Daneshkhah, menambahkan badai sitokin dapat sangat merusak paru-paru.
 
“Inilah yang membunuh sebagian besar pasien covid-19, bukan perusakan paru-paru oleh virus itu sendiri. Ini ialah komplikasi dari kekuatan yang salah sasaran dari sistem kekebalan tubuh,” kata Daneshkhah.

Meski begitu, Backman mengingatkan masyarakat tidak mengonsumsi vitamin D dalam dosis berlebihan. National Institutes of Health (NIH) AS menyebutkan jumlah kebutuhan vitamin D bagi tubuh setiap harinya untuk mencegah kekurangan vitamin D, yaitu pada bayi berusia 0-12 bulan 400 IU, anak-anak berusia 1-13 tahun 600 IU, remaja berusia 14-18 tahun 600 IU, dewasa berusia 19-50 tahun 600 IU, usia 51-70 tahun 600 IU, dan lansia di atas 70 tahun 800 IU.

Vitamin D diproduksi secara endogen ketika sinar ultraviolet dari matahari menyentuh kulit dan memicu sintesis vitamin D. Pada makanan, vitamin D terbanyak bisa diperoleh dari ikan salmon, ikan tuna, ikan kembung, dan minyak hati ikan yang memiliki kandungan vitamin D terbaik. (Aiw/H-2)

BERITA TERKAIT