13 May 2020, 02:20 WIB

Jemaah Tambora Tunggu Hasil Tes Swab


MI | Megapolitan

SEBANYAK 30 jemaah dan warga RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, yang melakukan kontak dengan imam dan jemaah yang positif covid-19 telah menjalani tes swab. “Iya, sudah tes swab. Saat ini kami sedang menunggu hasilnya, infonya tiga hari lagi,” jelas Camat Tambora, Bambang Sutarna, kemarin.

Sutarna tidak menampik masih ada warga yang saat itu salat Tarawih berjemaah bersama dengan yang terpapar. Setelah kejadian
tersebut, aktivitas salat Tarawih berjemaah di musala ditiadakan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Teuku Arsya Khadafi , ke-30 orang yang dievakuasi dari RW 07 Jembatan
Besi ke puskesmas bukan hanya yang ikut salat, melainkan juga anggota keluarga mereka.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan jarak sosial untuk memutus habis penyebaran virus korona. Saat ini tanda-tanda wabah covid-19 terlihat mulai meredup sehingga dalam waktu dekat, virus korona benar-benar bersih.

Pasien yang sembuh juga semakin banyak. Dalam 24 jam terakhir, ada penambahan 427 orang yang sembuh dari virus menular itu di Jakarta.

“Hingga hari ini, sebanyak 1.262 orang dinyatakan sembuh dari total 5.303 orang positif covid-19,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dia Oktavia, dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin. 


Kematian

Sebaliknya, tingkat kematian akibat covid-19 meningkat lagi. Dari 5.303 positif covid-19, sudah 456 orang yang meninggal dunia. Angka ini berlipat jika dihitung berdasarkan pemakaman dengan protokol covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

“Hari Selasa (12/5) ini, jenazah yang dimakamkan secara covid-19 sebanyak 20 orang, padahal sebelumnya lima hari berturut-turut sudah di bawah 20,” beber Kepala Satuan Pelaksana TPU Pondok Ranggon, Marton Sinaga.

Pada Senin (11/5), tercatat 9 jenazah. Minggu (10/5) 16, Sabtu (9/5) 15, Jumat (8/5) 12, dan Kamis (7/5) 12. Dengan penguburan pada Selasa (12/5) sebanyak 20 orang, total yang dimakamkan secara protokol covid-19 sudah 1.200 orang di TPU Pondok Ranggon saja.

Tingginya angka kematian membuat petugas pemakaman harus bekerja ekstra keras. Relawan Gerakan Turun Tangan (GTT) mengapesiasi pekerjaan mereka dengan menyerahkan bantuan, kemarin.

Bantuan tersebut berupa 2 tenda, 12 vest bedroom, 1 toren air, 3 dispenser, 3 galon, 2 sabun cuci tangan, dan 1 tenda untuk keluarga pengantar jenazah.

“Bantuan ini merupakan apresiasi kami kepada petugas gali dan tutup makam,” ujar Pic Project GTT Yasarah Ansi.

Marton Sinaga tampak terharu menerima bantuan itu. “Para penggali kubur telah punya tempat berteduh dari hujan dan terik matahari. Di samping itu, kami juga telah bisa minum air kapan saja karena sudah tersedia dispenser dan mandi karena sudah ada toren air. Biarlah Tuhan Yang Maha Kuasa membalas semua kebaikan ini,” imbuhnya. (Sru/Ins/KG/J-2)

 

BERITA TERKAIT