12 May 2020, 20:50 WIB

Produksi Pangan Alternatif di Desa Terus Dipacu


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MENGHADAPI ancaman krisis pangan saat kemarau dan pandemi covid-19, petani di desa-desa Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur terus berusaha mendongkrak produksi pangan alternatif selain beras. Tujuannya untuk menjaga lumbung pangan di desa masing-masing.

Sebagian besar lahan di wilayah Flotim merupakan lahan tadah hujan, sehingga upaya optimalisasi lahan terus dilakukan. Caranya dengan memaksimalkan tanaman pangan alternatif yang cocok dengan kondisi tanah seperti jagung dan sayuran, juga umbi-umbian.

Para petani di Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga misalnya saat ini mulai membuka lahan tanam berikutnya, setelah sebelumnya telah memanen sejumlah hasil pangan alternatif seperti jagung dan ubi. Warga desa mempercepat musim tanam dengan terus mengolah lahan kosong untuk ditanami tanaman pangan alternatif. Demi memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, sekaligus menjaga stok pangan di desa.

"Memang musim tanam kali belum tiba, tapi kami sudah mulai menanam dengan memaksimalkan lahan, ikut bersama membuka lahan baru dengan tanaman apa saja untuk kebutuhan pangan kami. Produksi pangan seperti jagung dan ubi serta beberapa sayur lumayan bagus, sehingga bisa sedikit membantu kebutuhan pangan kami," ungkap Fransiskus salah seorang Petani di Desa Aransina, Selasa (12/5).

Petani sayur asal Desa Tiwatobi, Kecamatan Tanjung Bunga, Wilhelmus Ola Hewen ini memanfkaatkan lahan kosong dengan tanaman sayur. Walaupun keterbatasan air, namun ia masih bisa meningkatkan produski pangan sayuran berbagai jenis dengan menghemat air.

"Ada yang sudah dipanen, ada juga yang sedang di tanam saaat ini. Ada berbagai jenis sayuran yang ditanam di lahan ini, ada sawi, kangkung, mentimun, kacang panjang dan lombok. Lumayanlan untuk membantu kebutuhan hidup. Adajuga yang dijulal ke pasar. Saat ini memang lahan kami sangat sulit air untuk pengairan, namun saya berusaha untuk menghemat air agara bisa mengairi tanaman secara merata. Hasilnya lumayan baik pak," ungkap Wilhelmus.

Sementara itu, data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flotim mencatat stok pangan seperti jagung saat ini sebanyak 4.162,6 ton jagung yang tersimpan di gudang. Belum terhitung dengan hasil panen jagung di beberapa wilayah saat ini. Stok sayuran di Flotim, juga masih dalam kondisi aman selama 2 hingga 4 bulan ke depan. Sementara untuk bawang dan cabai masih bisa mencukupi untuk satu bulan. (OL-13)

Baca Juga: Dari Rapid Test Covid Dua Pasar Tradisional di Bojonegoro Ditutup

Baca Juga: Covid-19: Konsumsi Rimpang Naik, Petani Tersenyum Lebar

BERITA TERKAIT