12 May 2020, 20:40 WIB

Korban Meninggal karena Korona di Iran Melonjak Melebihi 6.700


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Korban kematian kasus virus korona di Iran naik menjadi 6.733 dengan 48 tambahan pasien meninggal selama 24 jam terakhir, media pemerintah melaporkan, Selasa (12/5).

Dari 1.481 orang dinyatakan positif covid-19. Ini meningkatkan jumlah keseluruhan menjadi 110.767, penyiar negara Iran melaporkan, mengutip pernyataan Kementerian Kesehatan.

Dikatakan 88.357 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit sejauh ini, sementara 2.713 pasien masih dalam kondisi kritis.

Sebanyak 615.477 tes telah dilakukan di negara itu, menurut Kementerian Kesehatan.

Jumlah korban jiwa dan kasus terus menurun di negara itu, sementara ibu kota Teheran dan Provinsi Khuzestan melihat tren peningkatan infeksi virus korona, tambahnya.

Baca juga: Trump Hentikan Konferensi Pers Karena Cekcok dengan Wartawan

Di Iran, salah satu negara Timur Tengah yang paling parah dilanda pandemi, virus korona pertama kali terdeteksi di Kota Qom pada 19 Februari dan kemudian menyebar ke seluruh negeri.

Pemerintah memutuskan tidak memberlakukan lockdown total seperti di banyak negara lain, tetapi menutup lembaga pendidikan dan melarang pertemuan budaya, agama, dan olahraga.

Sejak 11 April, pihak berwenang secara bertahap melakukan pembukaan kembali bisnis ‘berisiko rendah’ yang ditutup sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengendalikan virus korona. (AA/OL-14)

 

 

BERITA TERKAIT