12 May 2020, 19:58 WIB

Ditolak di RSUD Ende, Pasien Korona Dirawat di RSD yang Terbakar


Alexander P Taum | Nusantara

PASIEN positif virus korona atau covid-19 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dipindah ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Aeramo yang baru terbakar.

Pasien yang sudah menjalani masa karantina sekitar 14 hari di Puskesmas Danga itu dipindah pada Selasa (12/5).

Pasien positif korona di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan Puskesmas Danga. (Dok pribadi)

Kepala Puskesmas Danga Claudia Pau menjelaskan pemindahan itu terkait ketersediaan alat yang lebih baik di RSD Aeramo.

Baca juga: Ruang Obat di RSUD Aeramo Terbakar

Claudia menyebutkan, kondisi pasien positif tersebut tidak memiliki gejala klinis seperti batuk, flu, maupun demam.

Baca juga: APD dan Alat Rapid Test di RSD Aeramo, NTT, Ludes Terbakar

Direktur RSD Aeramo Renny Wahyuningsi mengaku siap merawat pasien itu. "Nanti pasien itu kita tempatkan secara khusus atau isolasi mandiri. Dan ruangan itu kita steril sesuai protokoler covid-19," ujarnya.

Renny mengakui RSD Aeramo tidak ditunjuk untuk menangani pasien korona. Hanya saja, jelas dia, RSUD Ende yang menangani virus korona menolak menangani pasien itu.

"Ini karena diminta oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Bupati Nagekeo untuk dirawat di RSD Aeramo. Karena mau dirujuk ke Ende, mereka tidak terima," ujarnya.

Baca juga: Dinkes NTT Kirim APD dan Obat Pengganti ke Nagekeo

Menurut dia, pasien itu belum menunjukkan gejala berat sehingga bisa ditangani di RSD terdekat. "Kan pasien itu belum ada gejala berat. Saat ini pasien itu dalam keadaan sehat bugar. Nanti kalau ada gejala berat, baru kita rujuk," ujarnya.

Ia meminta semua masyarakat Nagekeo jangan panik. Masyarakat diminta tetap mengikuti arahan pemerintah. "Tetap di rumah dan keluar rumah gunakan masker," pintanya. (X-15)

BERITA TERKAIT