12 May 2020, 19:00 WIB

Anies Gandeng Ketua RW Perbarui Data Penerima Bansos


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (pemprov) DKI Jakarta bakal melibatkan Ketua Rukun Warga (RW) dalam pendataan penerimaan bantuan sosial (bansos) kedua. Pasalnya, dalam penyaluran bansos pertama kerap bermasalah karena data penerima yang tidak akurat sepenuhnya.

"Kita kirimkan data-data kepada Ketua-ketua RW, daftarnya. Lalu Ketua RW melakukan verifikasi, lalu dikembalikan lagi ke kita," jelas Gubernur Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (12/5).

Sejak 25 April, belum ada penyaluran bansos dari Pemprov. Hal itu, kata Anies, karena ada pembagian bansos diberikan dari Kementerian Sosial.

"Nanti sesudah selesai dengan Kemensos, kita umumkan jumlahnya. Tapi ya jumlahnya jadi lebih banyak," terang Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Seperti diketahui, Pemprov dan Pemerintah Pusat telah menyepakati untuk jumlah penerima bantuan bansos.

Baca juga : Pelanggar PSBB Difoto Pakai Rompi Oranye dan Diunggah di Medsos

1,1 juta jiwa dari Pemprov dan 2,6 juta jiwa sebagai penerima tambahan. Sehingga, total kebutuhan bansos yang disebut saat itu sebanyak 3,7 juta jiwa.

Anies masih menutup rapat soal jumlah data penerima bansos dan harga paket sembako untuk tahap kedua.

"Nanti diumumkan bareng dengan Kemensos, biar tidak sepihak saya," jelas Anies.

Terpisah, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra mengungkapkan, bahwa penambahan data penerima bansos kedua sudah dituangkan dalam Keputusan Gubernur (Kepgub).

"Peneriman bansos kedua ada 2.030.000 orang. Sudah fix melalui keputusan gubernur. Kan harus ada Kepgub-nya. Untuk harga isi paket sembako juga bertambah, dari Rp149.500 menjadi Rp255 ribu," tukas Andyka saat dihubungi. (OL-7)

BERITA TERKAIT