12 May 2020, 17:54 WIB

Pemerintah Ajukan Pertumbuhan 2021 sebesar 4,5%-5%


Henri Siagian | Ekonomi

PERTUMBUHAN ekonomi pada 2021 diperkirakan berlangsung di kisaran 4,5%-5,5% dengan tingkat inflasi berkisar 2%-4%.

Saat menyampaikan pidato Pengantar dan Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal 2021 di Rapat Paripurna DPR, Selasa (12/5), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan besaran indikator ekonomi makro tersebut mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian terkait wabah virus korona atau covid-19 yang berlangsung dan diperkirakan memengaruhi 2021.

Baca juga: Mayoritas Publik Pesimistis Perekonomian Membaik

Selain itu, Sri Mulyani mengungkapkan, pemerintah memperkirakan tingkat suku bunga SBN 10 tahun yakni 6,67%-9,56%.

Selanjutnya nilai tukar rupiah diperkirakan dalam kisaran Rp14.900 -Rp15.300 per US$1, harga minyak mentah Indonesia mencapai kisaran US$40-US$50 per barel.

Kemudian, lifting minyak mencapai 677-737 ribu barel per hari dan lifting gas bumi kisaran 1.085-1.173 ribu barel setara minyak per hari.

Baca juga: 6 Tips bagi Pengusaha agar Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Sri Mulyani melanjutkan kebijakan fiskal tahun 2021 akan selaras dengan rencana kerja pemerintah yakni mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Fokusnya adalah pemulihan industri, pariwisata, investasi, reformasi sistem kesehatan nasional, dan jaring pengaman sosial serta reformasi sistem ketahanan bencana.

"Fokus pembangunan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali mesin ekonomi nasional yang menghadapi tantangan covid dan dalam momentum pertumbuhan," katanya. (Ant/X-15)

BERITA TERKAIT