12 May 2020, 17:51 WIB

Hari Perawat Internasional, Momen Tingkatkan Kompetensi


Atalya Puspa | Humaniora

TANGGAL 12 Mei diperingati sebagai Hari Perawat Internasional. Tahun ini, Hari perawat Nasional mengangkat tema Suara untuk Memimpin, Merawat Dunia untuk Kesehatan.

Tema tersebut menunjukkan bagaimana perawat adalah pusat dalam menangani berbagai tantangan kesehatan. Tahun ini dipandang istimewa, karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan 2020 sebagai Tahun Perawat dan Bidan (The Year of the Nurse and Midwife).

Di samping itu, 2020 menjadi tahun ke-200 peringatan kelahiran Nightingale, sosok pelopor perawat modern.

"Di sisi lain, dunia sedang dihadapkan pada pandemi covid-19," kata Ketua Tim Penanganan Covid-19 Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), Jajat Sudrajat dalam keterangan resmi, Rabu (12/5).

Saat ini, kata Jajat, ditengah pandemi global, semua perawat di dunia, termasuk di Indonesia, menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19.

Baca juga : Update Covid-19: Positif 14.749, Terbanyak Usia 45 Tahun ke Atas

PPNI bersama seluruh Perawat Indonesia dan jaringannya bekerja tak kenal lelah untuk memberikan perawatan dan perhatian yang dibutuhkan orang, kapanpun dan di manapun mereka membutuhkannya. Bahkan, hingga saat ini terdapat 11 perawat yang harus gugur di medan perang.

"Kami melihat dan menggunakan momentum Hari Perawat Internasional 2020 ini untuk terus meningkatkan kompetensi dan adaptasi baru menghadapi covid-19 yang merupakan fenomena baru," tuturnya.

PPNI mencatat, ada sejumlah persoalan yang langsung menyentuh sejawat Perawat selama wabah ini terjadi di Indonesia.

Minimnya alat pelindung diri (APD) untuk Perawat dan tenaga kesehatan lain yang langsung berhadapan dengan pasien Covid-19, stigma kepada Perawat sebagai pembawa virus dan agen penularan, penolakan terhadap Perawat di lingkungan rumah indekos.

Bahkan, penolakan hingga liang lahat terhadap jenazah oerawat yang meninggal karena covid-19, merupakan sejumlah permasalahan, yang kontraproduktif bagi upaya perang melawan covid-19.

Baca juga : Pasien Sembuh dari Korona di Jakarta Capai 1.262 Orang

"Kita semua menyadari, situasi ini berat, terlebih sejawat Perawat yang berada di garda terdepan penanganan covid-19," ungkapnya.

Mereka berada dalam risiko tinggi terpapar. Namun tanggung jawab profesional telah menuntunnya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu, dukungan semua pihak perlu terus diberikan, agar Perawat dan tim kesehatan lainnya tetap dapat merawat bangsa dengan kondisi aman, tetap sehat, dan sejahtera.

PPNI, lanjut Jajat, terus dan tetap aktif membantu mengatasi sejumlah persoalan yang dialami Perawat dengan menyediakan APD, menghimpun donasi dan mendistribusikan kepada Perawat yang membutuhkan, mengadvokasi berbagai pihak untuk memberikan perlindungan dan menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi Perawat.

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi mobilisasi bantuan dan relawan, menggalang kerja sama dalam mengupayakan ahli waris sejawat yang meninggal karena covid-19 mendapatkan manfaat asuransi jiwa, dan lain-lain.

"Saat ini kita dalam masa sulit, tetapi kita tetap optimis dengan kekompakan dan soliditas, serta rasa tanggung jawab semua komponen bangsa, maka akan dapat melewati wabah ini dengan cepat," tandasya. (OL-7)

BERITA TERKAIT