12 May 2020, 17:05 WIB

Pendukung Tetap Datang ke Stadion, Bundesliga Terancam Dihentikan


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

BUNDESLIGA akan kembali bergulir pada Sabtu (16/5) secara tertutup. Pendukung diimbau untuk tidak datang dan memenuhi luar stadion karena sangat berisiko.

Di Saxony, markas RB Leipzig yang akan menjadi tuan rumah saat melawan Freiburg pada Sabtu telah diancam oleh pemerintah setempat. Laga akan dihentikan jika para pendukung tetap ngotot berkumpul di luar stadion atau berkerumun di tempat lain.

"Fans tidak boleh menggunakan pertandingan yang tertutup sebagai alasan untuk berkumpul di depan stadion atau di tempat lain. Ini bisa menyebabkan pertandingan dihentikan," kata pejabat wilayah Saxonny, Roland Woeller.

Kekhawatiran ini cukup beralasan. Saat laga Monchengladbach melawan Cologne pada 11 Maret sebelum liga ditunda juga mengundang ratusan fans di luar stadion, meski pertandingan digelar secara tertutup.

Sementara itu, Eintracht Frankfurt telah meminta pendukung mereka agar tidak datang saat melawan Monchengladbach.

"Kami sudah berbicara dengan penggemar kami dan berkata: 'dengarkan teman-teman, jangan muncul di stadion'," kata Direktur Olahraga Frankfurt Fredi Bobic, kepada ESPN.

CEO Bundesliga Christian Seifert juga meminta semua fans menahan diri demi kelanjutan kompetisi musim ini. Persiapan yang telah dicanangkan sejak berminggu-minggu akan terbengkalai ketika semua tidak bisa bekerja sama.

Sebagai gantinya dan mencegah penonton ke stadion serta kerumunan di bar atau tempat umum, pihak Sky akan menggratiskan beberapa laga yang digelar pada Sabtu (16/5).

Namun, tak akan mudah ketika negara gila sepak bola yang melibatkan lebih dari 50 ribu orang setiap pekannya untuk diusir dari stadion.

Pada akhir pekan ini, ada laga Derbi Ruhr atau Revierderby antara Borussia Dortmund melawan Schalke. Pertandingan ini biasanya menarik 82 ribu penonton ke Signal Iduna Park.

Lalu, markas Bayern Muenchen, Allianz Arena yang memiliki 75 ribu kursi akan tetap kosong hingga waktu yang belum ditentukan. Ini akan menjadikan pemandangan yang aneh saat stadion besar tidak diisi puluhan ribu penonton.

Penggemar garis keras atau Ultras klub juga menyuarakan kritikan mereka terhadap keputusan Bundesliga menggelar laga tanpa penonton. Mereka menilai keputusan ini akan menghilangkan pengaruh mereka di klub.

Mereka menilai keputusan ini semata hanya dinilai dari aspek finansial. Klub dan operator kompetisi hanya berniat menyelesaikan musim sebelum 30 Juni lantaran ada 300 juta euro dari nilai kontrak hak siar televisi.

Helen Breit dari Kelompok suporter Unsere Kurve juga menyatakan tidak akan menonton pertandingan yang hanya ditayangkan di televisi.

"Bagi saya, sepak bola ada di stadion. Saya menonton setiap pertandingan Freiburg selama lebih dari sepuluh tahun di stadion dan menonton sepak bola di TV bukanlah pilihan bagi saya," ungkapnya kepada Sueddeutsche Zeitung.

Sementara itu, kelompok Ultras lainnya mengecam sepak bola profesional sedang tidak baik-baik saja ketika melanjutkan liga di tengah pandemi covid-19 yang merenggut 7.500 nyawa di negara itu.

"Kelanjutan musim ini akan menjadi olok-olok dari masyarakat. Sepak bola profesional cukup sakit dan harus tetap di karantina," kata kelompok Ultras di Jerman dalam pernyataan bersama bulan lalu.

Meski demikian, tak semua penggemar mengkritik upaya Bundesliga melanjutkan kompetisi secara tertutup. Fans Monchengladbach, misalnya mencari cara agar kehadiran mereka tetap dirasakan para pemain.

Fans Monchengladbach dapat membeli potongan karton yang menampilkan wajah mereka seharga 19 euro. Nantinya foto mereka akan dipasang di kursi penonton dan menghiasi jalannya pertandingan. (afp/OL-4)

BERITA TERKAIT