12 May 2020, 16:40 WIB

Ragam Masker Kain dari Desainer Tanah Air


Bintang Krisanti | Weekend

SETELAH pemerintah menghimbau pemakaian masker kain (guna pakai) bagi masyarakat umum, produksi masker tersebut pun marak. Para desainer Tanah Air tidak ketinggalan memproduksi masker kain yang sejurus dengan ciri khas desain mereka selama ini. 


Pemilik label Tenun Gaya, desainer Wignyo Rahadi misalnya memproduksi masker dengan bahan beragam tenun cantik. 

Dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Selasa (12/5), dijelaskan jika koleksi masker ini terbuat dari tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) jenis spunsilk dobi dengan kombinasi ragam warna dan corak bernuansa etnik kontemporer, antara lain modifikasi kawung.

Masker juga ada yang diberi sentuhan tenun ATBM aksen full bintik dan salur bintik yang menjadi signature dari brand Tenun Gaya. 


Melalui produk masker tenun ini, Desainer Wignyo sekaligus menggagas program donasi.  “Bulan Ramadan tahun ini bersamaan dengan pandemik Covid-19 yang berdampak pada perekonomian nasional dan berbagai sektor usaha. Termasuk pelaku UKM di bidang fashion. Masyarakat di daerah pun terkena dampak pandemik ini, seperti di lingkungan sekitar workshop Tenun Gaya di Sukabumi yang banyak kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Untuk itulah, kami beritikad menggalang donasi dari konsumen melalui produk masker tenun,” papar Desainer Wignyo.    


Dengan membeli satu set produk masker tenun yang terdiri dari tiga buah masker senilai seratus ribu rupiah, maka pembeli dapat sekaligus berdonasi. Hasil penjualan produk masker ini akan didonasikan berupa sembako yang didistribusikan di sekitar workshop Tenun Gaya yang berada di Desa Padaasih, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, setiap hari Jum’at selama bulan Ramadan.   


Masker bermaterial kain adati juga dibuat Aruna Creative by Yuliana Fitri. Menyambut hari lebaran, ia memberikan bonus masker kain pada pembelian busananya yang menggunakan bahan tenun/lurik/batik. 


Yuliana menjelaskan jika awal produksi ia mendonasikan 500pcs untuk penjual makanan dan penjual sayur dipasar, lalu untuk daerah di Sleman Yogyakarta yang mana desa nya ada yang terkena covid 19.


Sementara itu label Deceu Suzan mengeluarkan masker bermaterial lace dan dengan detil manik serta batuan. Deceu menjelaskan jika produksi masker juga menjadi cara untuk mempertahankan bisnis di tengah pandemi. 


Pada ramadan ini ia harus membatalkan tiga pameran besar di mall dan menutup dua toko karena PSBB. Deceu berusaha merubah strategi penjualan dengan membuat masker yang diberi nama Lace Mask. 


Masker ini terdiri dari tiga lapisan kain; yakni kain lace pada bagian luar dan lapisan tengah, lalu kain organik anti bakteri pada bagian dalam. Bagian tengah diberi kantong yang bisa disisipkan tisue sebagai filter. (M-1)

BERITA TERKAIT