12 May 2020, 16:23 WIB

Anggota Parlemen AS Serukan Sanksi Baru untuk Putin


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KETUA dan politikus Partai Republik terkemuka di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Eliot Engel, memperkenalkan resolusi bipartisan (RUU) yang menyerukan sanksi baru terhadap pemerintah Rusia atas dugaan pelanggaran hak-hak asasi pada Senin (11/5) waktu setempat. 

RUU itu menyerukan Moskow untuk segera membebaskan tahanan politik, mengutuk praktik pemenjaraan lawan politik, dan mendesak pemerintah Trump untuk menjatuhkan sanksi bagi pejabat pemerintah Rusia yang dianggap bertanggung jawab.

Baca juga:Korsel Kembali Waspada terkait Penyebaran Infeksi dari Klub

“Vladimir Putin adalah otoriter yang kejam dengan catatan panjang dalam membungkam kebebasan sipil, termasuk kebebasan pers, kebebasan berbicara, oposisi politik, dan demokrasi,” kata Ketua Komite DPR urusan luar negeri, Eliot Engel, dalam sebuah pernyataan.

“Kita hanya perlu melihat pembunuhan dengan kekerasan terhadap kritikus Putin, Boris Nemtsov, untuk melihat bagaimana Putin secara brutal menekan orang-orang yang berbicara menentangnya,” imbuhnya.

Nemtsov, seorang kritikus Presiden Putin yang teguh, ambruk ditembak tiga kali di bagian belakang saat melintasi jembatan di Moskow pada 2015. Orang atau dalang yang memerintahkan pembunuhan belum diidentifikasi hingga saat ini.

Michael McCaul, anggota komite terkemuka, menyebut satu hal yang paling ditakuti Putin adalah kebenaran.

Baca juga:India Isyaratkan Pelonggaran Lockdown Ketika Infeksi Melonjak

"Jika Vladimir Putin benar-benar percaya pada kemampuannya dalam memerintah, dia akan mendorong pers independen, menyambut demonstrasi publik, dan memperjuangkan pemilihan umum yang bebas dan adil. Sayangnya, rezimnya terlalu sibuk berusaha menyembunyikan banyak kegagalannya," ujarnya. (AA/Hym/A-3)

BERITA TERKAIT