12 May 2020, 16:22 WIB

Warga Bantaeng Perbanyak Asupan Sayuran untuk Hadapi Pandemi


Mediaindonesia.com | Nusantara

SEJUMLAH warga Sulawesi Selatan mendapatkan paket bantuan dari Yayasan Sepuluh Rumah Aman serta asupan sayuran dari para dermawan. Aksi sosial tersebut dilakukan di tiga wilayah, seperti Bantaeng, Gowa, dan Parepare.

"Sayuran dipilih karena menjadi kebutuhan vital. Ini jadi bagian nyata kampanye ketahanan pangan. Covid-19 banyak memberikan pembelajaran bahwa warga juga hakikatnya bisa memberdayakannya sendiri,” ungkap Founder Pustaka Bergerak Nirwan Ahmad Arsuka dalam keterangan pers, Selasa (12/5/2020).

Baca juga:Tanpa Masker Dilarang Masuk Pasar di Temanggung

Didukung potensi alam luar biasa, Bantaeng memang menjadi sentra sayur mayur. Selain tanah yang subur, Bentaeng juga didukung oleh iklim ideal. Sebaran wilayahnya sangat lengkap dari pantai hingga pegunungan dengan curah hujan rata-rata 14 mm per bulannya.

Serupa Bantaeng, aksi penyaluran bantuan sayuran hasil kebun juga dilakukan di Desa Kanreapia, Tombolopao, Gowa, Sulawesi Selatan. Motornya simpul pustaka Rumah Koran dan Kampung Sayur. Mereka beberapa kali ikut memberikan donasi berupa sayuran kepada masyarakat. Kegiatan tersebut ditopang oleh Brimob Polda Sulawesi Selatan.
 
Aktivitas donasi sayuran semakin beragam. Rumah Baca Cinta Damai (RBCD) di Parepare mendorong aktivitas ketahanan pangan bersama Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada). Semuanya hasil produksi sendiri.

Selain perpustakaan dan gazebo, RBCD Parepare memang memiliki green house dengan instalasi hidroponik. Mereka juga menerima bantuan peralatan kesehatan dari 10 Rumah Aman.

Baca juga:Atasi Covid-19, Kepala Dinkes Sulut Dapat Bantuan 200 VTM

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengutarakan, gotong royong dan inovasi menjadi kunci penting memutus mata rantai pandemi covid-19. Beragam bantuan dinilai bagus sebagai penopang perekonomian sementara rakyat kecil.

"Pascapandemi ini, warga ke depan harus bisa mengoptimalkan potensi yang ada di sekitarnya. Lahan harus dioptimalkan dengan tanaman yang memiliki nilai ekonomi, seperti sayuran,” tutup Moeldoko. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT