12 May 2020, 15:24 WIB

Mayoritas Publik Pesimistis Perekonomian Membaik


Henri Siagian | Ekonomi

MAYORITAS warga (79%) menilai kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk dibandingkan sebelum pandemi virus korona atua covid-19. Sementara yang menyatakan tidak ada perubahan hanya 19% dan yang menyatakan lebih baik jauh lebih sedikit lagi, yaitu 1%.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengungkapkan itu dalam rilis survei Wabah Covid-19: Efektivitas Bantuan Sosial yang dirilis secara online pada Selasa (12/5).

Baca juga: Netizen Sebut Said Didu Kebanyakan Drama

Survei opini publik nasional tersebut dilakukan melalui telepon pada 5-6 Mei dengan melibatkan 1.235 responden dengan margin of error +/- 2,9%.

Abbas menambahkan, 84% warga menilai kondisi ekonomi nasional lebih buruk dibanding sebelum ada wabah covid-19, yang menyatakan tidak ada perubahan hanya 8% dan yang menyatakan lebih baik hanya 2%.

Masyarakat juga cenderung pesimistis dengan kondisi ekonomi setahun ke depan. Mereka yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga membaik tahun depan jauh lebih rendah dibandingkan yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga tahun depan memburuk. Hanya 29% yang menganggap akan membaik, sementara 53% menganggap kondisi ekonomi akan memburuk.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terbanyak, BNPB Nilai Perlu PSBB se-Jawa

Begitu juga soal kondisi ekonomi nasional setahun ke depan. Warga yang optimistis hanya 27% dan yang pesimistis 49%.

"Bantuan sosial dari pemerintah diperlukan sampai pandemi berakhir dan warga bisa melakukan kegiatan normal. Maka keberlanjutan bantuan, menambah jumlah warga yang dibantu, mendaftar secara lebih baik warga yang wajib dibantu, dan memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan hingga tepat sasaran adalah agenda-agenda mendesak bansos yang harus dilakukan pemerintah pusat dan daerah bersama-sama," pungkas Abbas. (X-15)

BERITA TERKAIT