12 May 2020, 14:40 WIB

Tanpa Masker Dilarang Masuk Pasar di Temanggung


Tosiani | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah mewajibkan masyarakat dan pedagang mengenakan masker jika hendak memasuki pasar. Aturan ini berlaku mulai 15 Mei mendatang dan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Di wilayah Temanggung terdapat sedikitnya 30 pasar dari pusat kabupaten, tingkat kecamatan, hingga pasar desa yang akan memberlakukan aturan wajib pakai masker tersebut.

Bagi yang melanggar aturan itu, kata Koordinator Operasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo, bakal disiapkan hukuman yang tegas dan terukur.

Upaya penegakan aturan ini akan dilakukan oleh Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 dibantu para relawan dan ormas seperti Banser, Kokam, Satpol PP dan satpam pasar.

"Pintu masuk pasar nantinya akan ditutup hanya pintu utama dan pintu tertentu saja yang dibuka dengan penjagaan ketat petugas,"ujar Ripto, Selasa (12/5).

Jika ada yang tidak memakai masker maka akan di  suruh ke pos untuk diedukasi dan juga diberikan masker. Dalam empat hari ke depan akan diupayakan membuat social distancing di semua pasar tradisonal, meski hal itu susah dilakukan.

"Sejauh ini, katanya, penggunaan masker di pasar di Temanggung sudah semakin baik. Tapi warga yang berdesak-desakan masih ada, belum melakukan social distancing," katanya

Ripto menambahkan, sebelum aturan itu ditegakkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan di seluruh pasar di Kabupaten Temanggung oleh beberapa tim.

"Jadi semua orang yang tidak pakai masker, tidak boleh masuk pasar. Akan kita dirikan semacam posko untuk edukasi yang tidak pakai masker dan kita sediakan masker juga, "katanya. (OL-13)

Baca Juga: India Isyaratkan Pelonggaran Lockdown Ketika Infeksi Melonjak

BERITA TERKAIT