12 May 2020, 11:40 WIB

Putin Longgarkan Pembatasan Saat Kasus Covid-19 Meningkat


Nur Aivanni | Internasional

Kemarin Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan aturan untuk tinggal di rumah bagi sebagian besar pekerja di Rusia akan dilonggarkan minggu ini. Aturan ini dikeluarkan ketika Rusia mencatat rekor peningkatan infeksi baru virus covid-19.

Ada lebih dari 220.000 kasus yang dikonfirmasi dan lonjakan lebih dari 10.000 kasus baru virus covid-19 setiap hari. Hal ini membuat Rusia kini berada di peringkat keempat dalam penghitungan global dari total infeksi setelah Amerika Serikat, Spanyol, dan Inggris.

Meskipun wabah di Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan, Putin mengumumkan bahwa periode "tidak bekerja" di negara tersebut untuk memperlambat pandemi akan berakhir hari ini.

Pada akhir Maret, Kremlin mengumumkan keputusan bahwa warga Rusia yang tidak bekerja di pekerjaan penting harus tinggal di rumah. Walau begitu, mereka masih menerima gaji sebagai bagian dari upaya untuk memperlambat penyebaran virus.

Langkah tersebut membawa ketidakpastian bagi perekonomian yang sudah bergulat dengan harga minyak yang rendah. Ini masih ditambah dengan pemilik bisnis yang berjuang untuk membayar gaji penuh kepada karyawan padahal harus menutup usaha mereka.

"Mulai besok, 12 Mei, periode hari-hari tidak bekerja akan berakhir untuk semua sektor ekonomi," kata Putin dalam pertemuan dengan para pejabat yang bertanggung jawab atas penanganan virus di negara itu, seperti dikutip dari Malay Mail, Selasa (12/5).

Presiden mengatakan bahwa wilayah Rusia akan bisa mempertahankan pembatasan yang diperlukan untuk mengatasi pandemi covid-19.

Pengumuman presiden yang disiarkan oleh televisi yang dikelola pemerintah itu muncul setelah Rusia mencatat rekor jumlah kasus harian lebih dari 11.000 orang dinyatakan positif covid-19 selama 24 jam terakhir.

Baca juga: Trump Tepis Kekhawatiran Penyebaran Covid-19 di Gedung Putih

Para pejabat mengatakan kenaikan angka harian itu sebagian karena pengujian yang agresif.  Pengujian bahkan dilakukan pada orang yang tidak menunjukkan gejala.

Pemerintah mengatakan telah melakukan lebih dari 5,6 juta pengujian. Kemarin, Putin berjanji untuk menggandakan kapasitas pengujian harian menjadi 300.000 pada pertengahan Mei.

Pejabat kesehatan mengatakan Rusia memiliki total 221.344 infeksi virus covid-19. Setengah dari total kasus itu ada di Ibu Kota.

Adapun tingkat kematian yang dilaporkan Rusia jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Ada 94 kematian baru, sehingga total menjadi 2.009 kematian akibat virus covid-19 hingga Senin (11/5). (Malay Mail/OL-14)

BERITA TERKAIT