12 May 2020, 11:38 WIB

Pandemi Covid-19, Harga Ikan di Sikka Anjlok


Gabriel Langga | Nusantara

HARGA jual ikan di Kabupate Sikka, Nusa Tenggara Tiur turun sejak meebaknya virus korona. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Paulus Hilarius Bangkur membenarkan bahwa harga jual ikan di Kabupaten Sikka mengalami penurunan semenjak merebaknya wabah virus korona ini. Dampaknya, penghasilan para nelayan juga berkurang.

Namun saat penghasilan nelayan menurun, justru konsumsi makan ikan bagi warga masyarakat di Kabupaten Sikka meningkat drastis. Hal ini disebabkan, penerapan physical distancing di Pulau Jawa menyebabkan hasil tangkapan nelayan tidak bisa dijual ke perusahaan ikan di Jawa yang membuka cabang di Kabupaten Sikka.

"Pasar ke luar Kabupaten Sikka sudah terbatas. Peluang para nelayan hanya menjual hasil tangkapannya untuk konsumsi lokal. Mereka pasti menjual ikannya dengan murah,"  kata Paulus, Selasa (12/5).

Ditambah lagi saat ini distribusi hasil tangkapan ikan nelayan ke luar daerah sangat terbatas. Akibatnya, penangkapan ikan pelagis kecil seperti ikan layang, selar, ekor kuning dan lain-lain untuk konsumsi lokal. 

"Harga ikan sangat murah di pasaran saat ini. Selama ini harga ikan satu tas Rp80.000-Rp150.000 kini dijual Rp20.000-Rp25.000," terangnya.

baca juga: Hadapi Karhutla Operasi Hujan Buatan Mulai Dilaksanakan

"Biasanya hasil tangkapan ikan besar langsung dibeli perusahan di Jawa yang ada kantor cabangnya di Kabupaten Sikka. Namun karena stok ikan penuh di perusahan, ditambah lagi pemasaran ke luar negeri sangat terbatas akibat korona ini. Mau tidak mau, nelayan tersebut menjual hasil tangkapan ikan ke pasar lokal dengan harga murah," tambahnya. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT