12 May 2020, 11:45 WIB

Patung Kura-kura Raksasa Misterius Ditemukan di Angkor Wat


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PARA ahli ilmu purbakala dari APSARA National Authority (ANA) baru-baru ini menemukan patung besar kura-kura yang terkubur di dasar kolam di kawasan Angkor Wat, Kamboja.

Kura-kura, menurut para arkeolog, kemungkinan bersangkut paut dalam persiapan persembahan spiritual selama pembangunan Kuil Angkor Wat, dan persembahan untuk dewa Hindu, Wisnu.

The Phnom Penh Post melaporkan tim arkeolog telah menemukan patung kura-kura besar yang terbuat dari batu pasir kuno.

APSARA adalah otoritas manajemen Kamboja yang bertanggung jawab dalam melindungi Taman Arkeologi Angkor.

Arkeolog Chea Socheat mengatakan desain dekoratif tidak halus namun cangkang kura-kura memiliki penutup persegi panjang seolah-olah ada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.

Patung kura-kura, ujarnya, dikaitkan dengan festival persembahan roh selama pembangunan fondasi Kuil Angkor Wat dan merupakan persembahan untuk Dewa Wisnu yang terkait dengan upacara pengadukan Lautan Susu.

Tim belum membuka cangkang, dan tidak diketahui harta apa yang ada di dalamnya.

"Dalam penemuan-penemuan sebelumnya di kuil Neak Pean, para peneliti menemukan patung kura-kura yang serupa tetapi lebih kecil dari yang ini.

"Di dalamnya, ada beberapa batu berharga dan langka, lembar perunggu, dan kain yang dibungkus dengan semacam biji-bijian yang terkait dengan ritual Wisnu selama masa itu," kata Socheat.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Siap Bahas Kekerasan di Rakhine, Myanmar

Dia mengatakan sejak kegiatan eskavasi 27 Maret, tim telah membuka kolong 11m dengan 14m. Awalnya, mereka menemukan jejak goresan tanah yang digunakan untuk membangun kuil. Di dekatnya, ada jejak penggalian untuk pembuatan parit drainase.

Socheat mengatakan tim menemukan batu kristal putih dari jenis yang dianggap berharga dalam ritual Wisnu di kanal tersebut. Kemudian, tim menemukan seekor naga dan trisula, yang kemudian dipindahkan ke Museum Preah Norodom Sihanouk-Angkor.

Timnya akan terus mempelajari kura-kura tersebut untuk mempelajari lebih lanjut tentang patung dan artefak lainnya. Penelitian bisa memberikan bukti lebih lebih dalam menafsirkan sejarah dan pembangunan kuil-kuil Angkor.

Wakil Direktur Jenderal ANA Kim Sothin mengatakan tim berhasil membangun sebuah dam dan memompa air dari lokasi penggalian, setelah itu empat arsitek dibawa masuk untuk mengawasi penggalian.

Arkeolog telah menemukan artefak kuno dan benda-benda di kolam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari orang-orang kuno, katanya.

Dia mengatakan sementara penemuan benda-benda kuno itu sangat penting, para arkeolog belum dapat menyimpulkan periode benda tersebut atau alasan diletakkan di sana. (NST/A-2)

BERITA TERKAIT