12 May 2020, 10:37 WIB

Pemprov Kalsel Ambil Alih Penanganan Positif Korona di Kabupaten


Denny Susanto | Nusantara

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Provinsi Kalimantan Selatan akan mengambil alih penanganan kasus positif virus korona yang ada di kabupaten/kota guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus korona di wilayah tersebut. Penyebabnya rapid test kit  kosong, dan penelusuran warga terpapar virus korona terkendala.

Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pihaknya akan membuat program karantina khusus dengan memperketat proses karantina bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif virus korona.

"Salah satunya mengambil alih penanganan kasus positif virus korona yang ada di kabupaten/kota agar penanganan dan pengawasannya lebih terpusat," tuturnya, Selasa (11/5).
           
Saat ini pihaknya telah membentuk Tim Karantina Khusus yang bertugas menjemput bola melakukan penelusuran (tracking dan tracing) orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang tanpa gejala (OTG). Menurut Hanif kasus positif virus korona di Kalsel kemungkinan akan terus bertambah mengingat temuan terjadinya transmisi lokal dan klaster baru penyebaran virus korona.

Di sisi lain peralatan rapid test sudah kosong sehingga upaya penelusuran warga terduga terpapar virus korona menjadi terkendala. 

"Kita juga berharap penerapan kebijakan PSBB dapat maksimal agar rantai penyebaran virus korona dapat diatasi," ujarnya.

Koordinator Tim Karantina Khusus Kalsel, Sukamta mengatakan terkait stok rapid test yang kosong telah direspons dengan memesan 5.000 rapid test dan 25 ribu peralatan swap. Pihaknya juga sudah menetapkan dua lokasi karantina khusus yaitu Gedung Diklat Ambulung dan Bapelkes keduanya berlokasi di Kota Banjarbaru.

"Kedua gedung ini berkapasitas masing-masing 160 dan 196 tempat tidur. Untuk mereka yang menjalani program karantina ini maka keluarganya diberikan bantuan jamin pengaman sosial," ungkapnya.

Pada bagian lain jumlah pasien positif korona meninggal dunia di Kalimantan Selatan kembali bertambah. Hingga Selasa (12/5) siang sudah 23 orang meninggal dunia akibat virus korona di Kalsel dari total 262 kasus positif virus korona.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim mengatakan jumlah kasus pasien positif korona meninggal bertambah tiga orang dari 20 kasus menjadi 23 kasus. 

"Ada tambahan kasus pasien yang meninggal tetapi kasus sembuh juga bertambah," tuturnya.

baca juga: Waspadai Transmisi Lokal, Rapid Test Untuk Pedagang Pasar

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel jumlah kasus positif virus korona saat ini sebanyak 262 kasus. Sebanyak 199 orang kini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit serta karantina mandiri. Jumlah pasien sembuh bertambah menjadi 40 orang dan meninggal dunia 23 orang. Kemudian 54 orang dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) dan 1.000 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). (OL-3)
 

BERITA TERKAIT