12 May 2020, 10:25 WIB

​​​​​​​Presiden Jokowi Tegaskan Pelonggaran PSBB Harus Hati-hati


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan bahwa pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus dilakukan dengan sangat berhati-hati.

Ia tidak ingin keputusan terkait pelonggaran status tersebut diambil secara tergesa-gesa oleh pemerintah daerah yang menerapkan.

"Semua harus didasarkan pada data-data di lapangan, kejadian di lapangan sehingga keputusan itu menjadi keputusan yang benar. Hati-hati soal pelonggaran PSBB," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual, Senin (12/5).

Presiden mengungkapkan, sejauh ini, pemberlakukan PSBB di 4 provinsi dan 72 kabupaten/kota memunculkan hasil yang bervariasi, tergantung pada efektivitas pelaksanaan di daerah masing-masing.

Ada daerah yang mengalami penurunan kasus secara bertahap tetapi konsisten. Ada daerah yang mencatatkan fluktuasi kasus dan ada yang tidak mengalami perubahan signifikan.

"Ini yang perlu digarisbawahi. Ada apa? Kenapa tidak berubah? Kita ingin ada sebuah evaluasi detil pada provinsi, kabupaten dan kota mengenai data tren penambahan kasus terbaru," tuturnya.

Baca juga: DPR Terus Kawal Belanja Negara Untuk Penanganan Covid-19

Evaluasi juga harus dilakukan di daerah-daerah yang tidak menerapkan PSBB. Pemerintah mencatat, dari 10 provinsi dengan jumlah kasus terbesar, hanya tiga di antara mereka yang memberlakukan PSBB.

Tujuh provinsi lain memilih untuk cukup menjalankan physical distancing dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena memang ada inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang disesuaikan dengan konteks di daerah masing-masing. Itu juga perlu kita evaluasi," sambung Jokowi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penangnan Covid-19, Jawa menyumbang 70% kasus positif dari total keseluruhan di Tanah Air. Angka kematian tertinggi pun berasal dari pulau tersebut dengan persentase 82%.

"Untuk itu saya minta Gugus Tugas memastikan pengendalian covid-19 di lima provinsi di Jawa betul-betul dilakukan secara efektif. Terutama dalam dua minggu ke depan ini. Kesempatan kita mungkin sampai lebaran ini harus betul-betul kita gunakan," tandasnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT