12 May 2020, 09:41 WIB

Klaster Indogrosir Tembus Kulon Progo


Agus Utantoro | Nusantara

JUMLAH pasien positif covid-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah satu kasus. Kasus itu berasal dari klaster Indogrosir, sehingga total ada 8 kasus.  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan pasien covid-19 merupakan klaster Indogrosir adalah laki-laki, 33 tahun warga Nanggulan. Kini pasien dirawat di RSUD Wates.

"Ini menurut catatan kami adalah positif ke-8 di Kulonprogo," kata Baning, Senin (12/5).

Menurut dia, pasien ini kini dirawat di RSUD Wates. 

"Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Nanggukan melakukan tracing terhadap keluarga, dan sudah dilakukan dengan hasil non reaktif (NR)," jelasnya.

Namun demikian, mulai Selasa (12/5) ini akan dilakukan pemeriksaan terhadap kontak erat lainnya. Sementara itu, Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan perkembangan kasus  covid-19 di Kulon Progo, hingga saat ini, ada 1.419 Orang Dalam Pemantuan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 71 orang, 17 orang  di antaranya dirawat dan 38 orang sudah pulang dan sehat, serta 8 orang meninggal.

Sementara rapid test massal warga Sleman yang pernah berbelanja atau berkunjung ke Indogrosir Mlati dimulai Selasa ini di GOR Tridadi (Pangukan).

"Laporan terakhir yang diberikan pada saya, sudah ada sekitar 1.375 pendaftar rapid test untuk klaster Indogrosir dari 1.500 kuota yang kami siapkan," kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan semua pendaftar yang nanti memiliki hasil reaktif, akan langsung dikarantina di Asrama Haji Yogyakarta. Pemkab Sleman telah menyiapkan Asrama Haji yang  terletak di Jalan Lingkar Utara Yogyakarta, dengan daya tampung 156 orang. Menurutnya, jika 10 persen peserta yang melakukan uji cepat  hasilnya reaktif, satu lokasi ini masih mampu menampung.

baca juga: Bupati Blora Kecewa Bantuan Presiden dan Kemensos Salah Sasaran

Meski demikian, ia menegaskan jika pihaknya belum akan mengarah ke PSBB dan penanganan covid-19 di wilayahnya tetap akan dilakukan secara masif di antaranya dengan melakukan pelacakan di lingkungan pasien yang telah dinyatakan positif covid-19. Sedang Kota Yogyakarta menyiapkan akan melakukan rapid test terhadap 700 warganya yang pernah berbelanja atau berkunjung di Indogrosir Mlati  periode 19 April- 4 Mei. Namun hingga saat ini baru terdaftar 343 orang.

"Jumlah warga yang mendaftar lebih sedikit dibanding alokasi rapid test yang kami siapkan, yaitu 700," kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

baca juga: Bupati Blora Kecewa Bantuan Presiden dan Kemensos Salah Sasaran

Menurut Heroe, pendaftar rapid test tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta, 14 kecamatannamun pendaftar terbanyak berasal dari Kecamatan Tegalrejo yaitu 93 orang. Kecamatan Tegalrejo merupakan wilayah yang paling dekat dengan supermarket tersebut dibanding 13 kecamatan lain di Kota Yogyakarta.

"Kegiatan rapid test akan dilakukan di 18 puskesmas yang ada di Kota Yogyakarta. Proses pengujian pun harus dilakukan sesuai protokol covid-19 diharapkan tidak ada kerumunan," jelas Heroe. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT