12 May 2020, 08:16 WIB

AP II Dukung Tes PCR Covid-19 Bagi Pendatang Internasional


Dwi Tupani | Ekonomi

PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendukung penuh berjalannya peraturan Kementerian Kesehatan yang mengharuskan  setiap WNI dan WNA yang tiba di Indonesia harus melalui protokol kesehatan. Protokol kesehatan tersebut antara lain ialah pemeriksaan rapid test dan/atau PCR (polymerase chain reaction) terkait covid-19.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah Pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terbit 7 Mei 2020.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan penanganan beberapa penerbangan repatriasi WNI sudah disesuaikan agar dapat dilakukan pengetesan PCR terhadap penumpang.

"Seperti misalnya penerbangan repatriasi WNI dari Bangladesh yang mendarat Senin (11/5) malam. Pesawat tidak merapat ke terminal, namun parkir di apron Terminal 3. Kemudian, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) naik ke pesawat untuk menjelaskan prosedur protokol kesehatan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5).

"Setelah itu, penumpang pesawat turun untuk kemudian di apron dilakukan pendataan, tes suhu tubuh, saturasi oksigen, serta klastering oleh KKP. Lalu, seluruh penumpang naik bus untuk langsung menuju Asrama Haji Pondok

Gede untuk dilakukan pemeriksaan PCR di asrama. Jadi, penumpang tidak masuk ke terminal namun langsung menuju Asrama Haji Pondok Gede," ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun karantina di Asrama Haji Pondok Gede ini sejalan dengan yang disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo pada Senin 11 Mei 2020, bahwa Presiden Joko Widodo menyetujui Asrama Haji sebagai ruang isolasi sementara bagi WNI yang baru kembali ke Tanah Air untuk kemudian dilakukan pengawasan dan tes PCR.

Baca juga: Pemerintah harus Antisipasi Repatriasi WNI Jelang Lebaran

Di samping itu, PT Angkasa Pura II juga tengah mengkaji kemungkinan dapat dilakukannya tes PCR di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menurut Muhammad Awaluddin, apabila Test PCR memang perlu di Soekarno-Hatta, ters tersebut bisa dilakukan di Terminal VIP yang terletak di dekat Terminal 3.

"Sementara itu, keberadaan Mobile Command Post (MCP) yang dimiliki Soekarno-Hatta bisa difungsikan untuk mendukung jalannya tes tersebut. Kemungkinan-kemungkinan itu masih dikaji," tambahnya┬Ł

Yang jelas, menurut Muhammad Awaluddin, seluruh stakeholder di Soekarno-Hatta selalu berkoordinasi intensif dan saling mendukung agar KKP dapat menjalankan protokol kesehatan secara penuh terhadap WNI dan WNA yang baru tiba di Indonesia. 

"Soekarno-Hatta juga merupakan pintu masuk utama dari penerbangan repatriasi WNI," jelas Muhammad Awaluddin.

Adapun penerbangan repatriasi WNI semakin meningkat di Soekarno-Hatta. Hingga kini tercatat sekitar 15.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan ABK telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan penerbangan repatriasi. (A-2)

BERITA TERKAIT