12 May 2020, 07:55 WIB

Jalur Logistik Poso-Parigi Lancar Kembali


(RO/N-3) | Nusantara

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Direktorat Jenderal Bina Marga melaksanakan penanganan darurat atas Jembatan Samalera di Kabupaten Poso Km 180+120. Sebelumnya, pada 1 Mei 2020, konstruksi jembatan itu rusak tergerus banjir akibat hujan berintensitas tinggi.

Dalam mengantisipasi kerusakan infrastruktur akibat bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengatakan telah mengimbau seluruh Balai Kementerian PU-Pera di daerah untuk selalu siaga.

"Terlebih saat pandemi covid-19, kondisi jalan dan jembatan harus terus kita jaga agar jalur logistik tidak terputus," kata Basuki dalam siaran pers yang diterima, kemarin. Terkait dengan kerusakan Jembatan Samalera, Kepala BPJN XIV Palu Satryo Utomo menjelaskan hujan yang turun sejak pukul 20.00 sampai 01.00 Wita menyebabkan banjir di Sungai Samalera. Hal itu kemudian menggerus pasangan batu oprit jembatan pada sisi kanan arah Poso.

"Kerusakan atau gerusan pada pasangan batu oprit jembatan tersebut menyebabkan terjadinya amblesan pada badan jalan sehingga memutus arus lalu lintas dari kedua arah, baik dari Kabupaten Parigi maupun Kabupaten Poso. Akibatnya, jembatan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua ataupun empat," kata Satryo.

Untuk memperbaiki kerusakan itu, Satryo mengatakan BPJN XIV Palu telah bertindak cepat dan tepat. Hasilnya, kini Jembatan Samalera sudah dapat dilalui semua jenis kendaraan dari dua arah dengan memperhatikan berat muatan. Dia menambahkan, langkah penanganan darurat yang dilakukan BPJN XIV Palu ialah dengan memasang ramburambu peringatan (garis polisi), memasang beronjong pada area pasangan batu oprit yang tergerus, dan menimbun badan jalan yang ambles.

Untuk penanganan jangka panjang, lanjut Satryo, konstruksi permanen dilakukan dengan perbaikan pasangan batu pada oprit jembatan dan memasang beronjong pada tepi daerah aliran sungai (DAS) yang tergerus, yakni pada sisi kanan arah Poso sepanjang sekitar 36 meter.

Selain itu, dilakukan penimbunan per layer pada badan jalan, memperbaiki pelat injak jembatan arah Poso, melapis fondasi agregat kelas A, serta melakukan pengaspalan. Dia mengingatkan, meski Jembatan Samalera sudah dapat dilalui semua jenis kendaraan dari dua arah, di wilayah itu masih sering terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. (RO/N-3)

BERITA TERKAIT