12 May 2020, 07:42 WIB

Jateng Galang Solidaritas Untuk Warga di Perantauan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEREKONOMIAN Jakarta jatuh akibat wabah virus korona sejak Maret saat Pemprov DKI menetapkan status Tanggap Darurat Covid-19 yang mengharuskan banyak sektor usaha menghentikan kegiatannya. Hal itu membuat ratusan ribu warga kehilangan mata pencaharian. Warga yang sebagian besar adalah perantau asal Jawa Tengah menjadi dilema karena setelah kehilangan pendapatan, pemerintah juga melarang pulang ke kampung halaman untuk mencegah penularan covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berinisiatif mengirimkan bantuan berupa sembako kepada para perantau di Ibu Kota. Tujuannya, supaya para perantau yang berasal dari Jawa Tengah tidak berbondong-bondong pulang kampung.

"Anggaran bantuan untuk warga Jateng di Jabodetabek sudah disiapkan, dialokasi dari APBD Jawa Tengah 2020. Saat ini sudah terdaftar sekitar 60 ribu warga Jateng berada di Jabodetabek," kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno, Selasa (12/5).

Sebelumnya sudah ada salah satu desa di Kabupaten Kebumen, yaitu Desa Winong yang sudah mengirimkan bantuan ke Jakarta. Bentuk solidaritas warga di daerah asal perantau dapat ditiru oleh pemda lainnya. Tidak memberatkan pemda tempat perantau mencari nafkah dan bisa mencegah niat perantau untuk mudik lagi.

baca juga: Perantau Masuk Ke Jawa Tengah Terus Bertambah Lewat Jalur Tikus

Sebab, dari data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, masih banyak perantau yang nekat mudik dan berhasil lolos dari pengawasan ketat kepolisian selama larangan mudik. Sejak larangan mudik resmi diberlakukan 24 April lalu sampai 9 Mei ternyata pertambahan perantau yang pulang kampung ke Jawa Tengah masih terus berlangsung sebesar 148.685 orang

"Langka inisiatif yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah dan warga Desa Winong, Kebumen bisa menginspirasi pemda lainnya di luar Jabodetabek berbuat hal yang sama," tutur Djoko.(OL-3)

BERITA TERKAIT