12 May 2020, 07:15 WIB

Klaster Baru Covid-19 Tingkatkan Risiko Gelombang Kedua


(BBC/SCPM/AlJazeera/Hym/I-1) | Internasional

SEBUAH keluarga di Tiongkok, kelab malam di Korea Selatan, rumah jagal di Jerman, dan pekerja di sebuah pabrik ikan di Ghana, menjadi kelompok baru infeksi virus korona baru (covid-19). Hal itu memicu kekhawatiran gelombang kedua, saat beberapa negara memperlonggar aturan lockdown mereka.

Pejabat kesehatan di seluruh dunia sedang mengamati seberapa banyak tingkat infeksi meningkat dalam gelombang kedua. Tiongkok melaporkan 17 kasus covid-19 baru, kemarin, peningkatan dua digit berturut-turut kedua setelah melaporkan 14 kasus baru sehari sebelumnya.

Sebelas dari 12 infeksi domestik berada di provinsi timur laut Jilin, yang mendorong pihak berwenang untuk menambah tingkat ancaman di salah satu kabupatennya, Shulan, ke risiko tinggi.

Sementara itu, Korea Selatan melaporkan 34 kasus tambahan, yaitu infeksi baru yang dikaitkan dengan kelab malam. Tren negatif itu mengancam kesuksesan yang diraih 'Negeri Ginseng' dalam menekan penyebaran covid-19. Itu merupakan pertama kalinya infeksi harian Korsel di atas 30 dalam waktu sekitar sebulan.

Presiden Korsel Monn Jae-in mengajak rakyatnya untuk tenang setelah adanya lonjakan kasus yang dikaitkan dengan klub malam. "Tidak ada alasan untuk berdiri diam karena takut," ujarnya.

"Kumpulan infeksi, yang baru-baru ini terjadi di fasilitas hiburan, telah meningkatkan kesadaran bahwa selama fase stabilisasi, situasi serupa bisa muncul lagi, kapan saja, di mana saja di ruang tertutup yang padat," ujar Moon seperti dilansir Independent, kemarin.

Infeksi covid-19 juga meningkat di Jerman, hanya beberapa hari setelah negara itu memperlonggar pembatasan (lockdown). Wabah di rumah jagal atau pabrik pengolahan daging di Negara Bagian North Rhine-Westphalia dan Schleswig-Holstein dilaporkan melewati batas sehingga memaksa pejabat daerah bertindak.

Sementara itu, seorang pekerja di sebuah pabrik pengolahan ikan di kota pesisir Atlantik, Tema, Ghana, menginfeksi 533 pekerja lain di fasilitas tersebut dengan covid-19, Minggu (10/5) malam. "Sebanyak 533 orang terinfeksi oleh satu orang," kata Presiden Ghana Nana Akufo-Addo. (BBC/SCPM/AlJazeera/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT