12 May 2020, 07:20 WIB

KPK Telusuri Informasi Nurhadi Kerap Tukar Uang


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami informasi dari Masyarakat Antikorupsi (MAKI) yang menyebutkan buronan KPK Nurhadi menukar uang hingga Rp3 miliar dalam sepekan melalui orang suruhannya.

“Segala informasi dari masyarakat perihal keberadaan para DPO, tak terkecuali yang disampaikan MAKI, KPK memastikan akan menindaklanjuti dan menelusuri lebih jauh setiap petunjuk-petunjuk yang ada,” ucap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam ketetangan resmi, kemarin.

Ali menjelaskan pihaknya telah menelusuri lokasi di mana Nurhadi kerap melakukan penukaran uang. KPK juga mengonfirmasi sejumlah saksi terkait informasi tersebut. “Sebelumnya, penyidik KPK telah melakukan penelusuran dan juga melakukan pemeriksaan serta mengonfi rmasi kepada beberapa orang saksi,” jelasnya.

Terkait progres pencarian Nurhadi dan dua buronan lainnya, Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto, penyidik masih terus berusaha melakukan pencarian. Ali memastikan proses penyidikan ketiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA itu terus berlanjut walaupun ketiganya belum ditemukan.

“Penyidik KPK juga sedang menyelesaikan berkas perkara dan saat ini penyidik fokus pada pengumpulan bukti-bukti perihal penggunaan uang-uang yang diduga diterima oleh tersangka NH dan RH yang berasal dari HS, selaku tersangka pemberi suap dan atau gratifi kasi,” tukasnya.

Sebelumnya, MAKI melaporkan orang suruhan Nurhadi kerap menukarkan uang di dua money changer di Jakarta. “Awal minggu ini, saya mendapat informasi teranyar yang diterima terkait jejakjejak keberadaan Nurhadi berupa tempat menukarkan uang asing ke rupiah,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.

Disebutnya, dua money changer yang biasa digunakan Nurhadi menukarkan uang dolar miliknya, yaitu di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dan Mampang, Jakarta Selatan. “Biasanya tiap minggu menukarkan uang dua kali sekitar Rp1 miliar untuk kebutuhan sehari-hari dan akhir pekan lebih banyak, sekitar Rp1,5 miliar untuk gaji buruh bangunan serta gaji para pengawal,” katanya. (Rif/P-5)

BERITA TERKAIT