12 May 2020, 04:30 WIB

Asrama Haji Sleman Disiapkan untuk Karantina


Ardi Teristi | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Sleman bersiap menggelar rapid test secara massal untuk melacak klaster Indogrosir. Asrama Haji DIY di Sleman pun disiapkan menjadi tempat karantina bagi mereka yang hasil rapid testnya reaktif.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, sampai Senin (11/5) ada sekitar 1.375 pendaftar rapid test untuk klaster Indogrosir. Sementara itu, pihaknya menyiapkan 1.500 kuota untuk rapid test.

"Besok (Selasa 12/5) rapid test akan mulai kami lakukan. Per hari 500 orang dengan tetap menerapkan aturan kesehatan," katanya.

Peserta tes yang hasilnya reaktif akan langsung dikarantina di Asrama Haji yang memiliki daya tampung 156 orang.

Ia berharap, peserta tes tidak banyak yang hasilnya reaktif, tidak lebih dari 5 persen. "Jika 10% peserta rapid test hasilnya reaktif, satu lokasi ini masih mampu menampung," kata dia.

Peserta tes yang hasilnya reaktif akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel dengan swab untuk diuji dengan polymerase chain reaction (PCR). Hasil uji PCR tersebutlah nantinya yang akan menentukan pasien tersebut  positif Covid-19 atau tidak.

Sri Purnomo juga menegaskan, pihaknya belum akan mengajukan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemkab Sleman memilih  untuk menangani Covid-19 secara masif dengan pelacakan secara menyeluruh lingkungan pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menambahkan,  pelacakan secara aktif terhadal klaster Indogrosir memperbesar peluang ditemunnya pasien positif Covid-19 yang baru. Tidak hanya menyiapkan Asrama Haji sebagai tempat karantina, pihaknya juga memastikan kapasitas rumah sakit yang ada di Sleman dapat menampung pasien Covid-19.

"Langkah ini ada sisi positifnya. Pasien positif Covid-19 bisa segera diketahui sebelum semakin menyebar," pungkas dia. (R-1)

 

BERITA TERKAIT