12 May 2020, 07:00 WIB

Puluhan Warga Telantar di Pelabuhan


HI/UL/LD/RZ/N-1 | Nusantara

SEJUMLAH warga tertahan di berbagai tempat lantaran tidak bisa melanjutkan perjalanan ke derah tujuan karena kebijakan pembatasan sosial untuk memutus rantai penularan virus korona baru atau covid-19.

Di Ternate, Maluku Utara, 73 warga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo tertahan di Pelabuhan Ahmad Yani. Mereka ditolak masuk ke provinsi masing-masing sejak hampir sebulan lalu.

Salah seorang warga Sulut, Akib Rondonuwu, mengungkapkan kekesalannya terhadap Pemerintah Provinsi Sulut karena menutup akses masuk bagi dirinya dan warga Sulut lain sehingga mereka telantar di Ternate.

“Pemerintah Provinsi Sulut tidak punya hati nurani untuk masyarakatnya sendiri yang tinggal di perantauan. Sebaliknya, mereka mengistimewakan para tenaga kerja asing dengan memberikan izin masuk melalui Bandara Samratulangi Manado pada Minggu (10/5) kemarin, sementara kami hampir satu bulan telantar di Pelabuhan Ahmad Yani,” kata Akib, kemarin.

Ia bersama puluhan warga lainnya siap mengikuti protokol kesehatan dengan menjalani karantina saat tiba di daerah asal demi memutus rantai peyebaran virus korona.

Hingga berita ini diturun­kan, kapal motor Permata Obi yang hendak membawa puluhan penumpang asal Sulut dan Gorontalo masih tertahan di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjemput 27 warga yang tertahan di Pelabuhan Merak, Banten. Mereka ialah warga yang selama ini bekerja di Provinsi Aceh. Pemerintah Kabupaten Majalengka menjemput mereka menggunakan bus milik Dinas Perhubungan dan kendaraan Satpol PP Majalengka.

Di sisi lian, upaya mudik ke Banyumas, Jawa Tengah, dari Jakarta masih terus dilakukan pemudik yang bandel. Mereka rela mengeluarkan uang Rp250 ribu hingga Rp300 ribu untuk sampai ke Banyumas dan sekitarnya dengan menumpang mobil travel gelap. Tiga hari terakhir Polresta Banyumas menilang tujuh mobil travel gelap. (HI/UL/LD/RZ/N-1)

BERITA TERKAIT