12 May 2020, 06:15 WIB

Bank BTN Latih Santri Jadi Developer


RO/E-3 | Ekonomi

BANK BTN bekerja sama dengan Per­kumpulan Masyarakat Profesio­nal Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) mengadakan pelatihan dan pendidik­an online serta offline kepada alumni pondok pesantren dan pegiat ekonomi Islam.

“Kami berharap kelak para alumnus santri setelah mengenyam pelatihan keterampilan wirausaha di BTN Santri Developer ini dapat menjadi motor ekonomi di perdesaan atau kota kecil khususnya di bidang perumahan sehingga ke depan, insya Allah, mendukung keberhasilan program pemerintah dalam penyediaaan perumahan,” kata Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury saat penandatanganan nota kesepahaman Bank BTN dengan NU Circle tentang pengembangan sumber daya manusia dan riset di bidang perumahan, di Jakarta, kemarin.

Pada acara BTN Santri Developer, Bank BTN bersinergi dengan NU Circle dan IAEI menggelar pelatihan khusus di bidang usaha properti agar kelak para peserta menjadi wirausaha properti yang berkualitas dan berkarakter.

NU Circle dan IAEI mendorong anggotanya untuk mengikuti pelatihan online tersebut sebagai tahap awal dan membuka perspektif dalam menjadikan profesi developer sebagai salah satu pilihan.

Pendaftaran pelatihan online dan offline usaha properti ini dibuka pada 27 April-9 Mei 2020. BTN Santri Developer berhasil menarik minat 1.673 alumnus santri dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Materi pelatihan online antara lain mengenai tantangan ekonomi Indonesia dan peran sektor perumahan yang disampaikan Menteri Keuangan yang juga Ketua Umum IAEI, Sri Mulyani.

Materi lainnya tentang kewira­usahaan Islam oleh Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas’udi, juga materi soal kebijakan perumahan di Indonesia yang disampaikan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PU-Pera Eko Heri­poerwanto.

“Kami juga melibatkan pengembang untuk memberikan materi online ataupun pelatihan di lapangan secara langsung agar para peserta mengetahui bagaimana manajemen proyek perumahan dan bagaimana menjadi developer yang sukses,” kata Pahala.

Adapun pelatihan offline atau pe­latihan langsung diselenggarakan selama tujuh hari penuh dengan pem­berian materi di kelas selama lima hari, sehari kunjungan ke la­pangan (salah satu perumahan yang dekat dengan lokasi pelatihan) dan sehari untuk workshop. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT