12 May 2020, 05:15 WIB

Doa, Cara Terbaik Menjalani Takdir


Atikah Ishmah Winahyu | Ramadan

PANDEMI virus korona baru (covid-19) menimbulkan berbagai dampak dan membuat kita tidak bisa beraktivitas seperti Ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Banyak yang mengeluhkan dan hanya menganggap datangnya pandemi sebagai musibah semata.

Padahal, pandemi covid-19 itu tidak lain merupakan salah satu wujud ketentuan Allah untuk menguji keimanan hamba-hamba-Nya.

“Sepahit atau seburuk apa pun takdir yang kita hadapi, maka kita harus ikhlas menerima bahwa itu merupakan ketentuan Allah,” kata ustaz Ibnu Soleh dalam tausiah Menyikapi Takdir Corona yang ditayangkan TV Muhammadiyah, akhir pekan lalu.

Sebagai seorang muslim, lanjutnya, kita harus mengimani bahwa di antara rukun iman ada beriman pada takdir Allah SWT. Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan saat menghadapi takdir Allah ialah dengan memperbanyak doa.

“Salah satu di antara doa yang diajarkan adalah, ‘Ya Allah jadikanlah setiap ketentuan-Mu adalah yang berbaik bagiku’. Artinya, manusia diminta untuk memohon kepada Allah agar dapat menerima setiap takdir yang diberikan oleh Allah dengan baik dan percaya bahwa itu adalah yang terbaik bagi mereka,” cetus Ibnu Soleh.

Pada bulan Ramadan, doa setiap muslim yang berpuasa diijabah Allah. Oleh karena itu, Ibnu Soleh mengajak agar umat muslim menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Tetap bersyukur dan tingkatkan kapasitas syukur kita kepada Allah, maka Allah akan membuat kita merasa bahagia,” katanya.

Syukuri bahwa kita masih bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadan, bulan yang dirindukan orang-orang beriman. Itu karena saat inilah Allah membukakan pintu tobat seluas-luasnya, Allah bukakan pintu-pintu surga, Allah tingkatkan berbagai macam pahala dengan beberapa tingkatan derajat.

Rasa syukur, sambungnya, juga perlu kita panjatkan ketika menjalani ibadah Ramadan dalam kondisi penuh keprihatinan. “Di sinilah peranan iman dalam hidup kita. Iman terhadap takdir Allah,” sergahnya.

Ilmu dan iman

Sesungguhnya tidak ada takdir yang tidak baik bagi umat manusia selaku hamba-Nya. Semua takdir atau ketentuan Allah ialah baik untuk kita. Takdir menjadi tidak baik lantaran tidak sesuai dengan pikiran kita.

Akan tetapi, kata Ibnu Soleh, hendaklah kita yang menyesuaikan dengan ketentuan yang diberikan Allah sebab baik atau buruknya takdir bukan karena pandangan kita, melainkan karena pandangan Allah.

“Yakinkan diri kita untuk bisa mengimani takdir ini dengan sebaik-baiknya karena Allah pasti akan memberikan hikmah yang begitu besar untuk kita semua,” imbuhnya.

Di sinilah pentingnya memiliki ilmu dan iman. Ilmu harus diimbangi dengan iman. Iman juga harus diimbangi dengan ilmu.

Barang siapa yang memberikan ilmu untuk mengungkap suatu hikmah, Allah akan berikan kebaikan yang sangat luar biasa kepadanya.

Ibnu Soleh menegaskan, ilmu dan iman akan menguatkan kehidupan kita jauh ke depan, memberikan kita wawasan yang jauh lebih besar sehingga kita akan mendapatkan kebaikan, baik di dunia maupun akhirat. Pada Ramadan yang penuh berkah ini, ia pun mengajak umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan berdoa agar pandemi ini segera usai. (H-2)

BERITA TERKAIT