12 May 2020, 04:25 WIB

Membaca Pesan Ilahi dari Wabah


Ardi Teristi Hardi/H-2 | Ramadan

MINGGU (10/5) malam, panitia Ramadan Masjid Kampus Mardliyyah Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, DIY, menggelar acara istimewa bertepatan dengan malam Nuzululquran atau turunnya Alquran pada 17 Ramadan.

Acara bertajuk Gebyar Ramadan Mardliyyah itu disiarkan secara langsung melalui laman Youtube, Instagram, siaran TVRI, serta Swaragama FM.

Dalam salah satu sesi bertema Iqro: Membaca dinamika zaman dari beragam perspektif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, melalui wabah virus korona baru (covid-19) ini masyarakat makin melek informasi, meski tidak semua informasi tersebut sesuai dengan fakta.

“Informasi yang banyak saling mencuri perhatian masyarakat, entah itu benar atau salah. Masyarakat memerlukan penyaring, yaitu berpikir kritis,” ujarnya.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengamini hal itu. Ia mengingatkan, wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ialah iqra yang artinya ‘bacalah’. Perintah membaca itu tertuang dalam Surah Al Alaq ayat 1, surat yang pertama kali diturunkan pada Rasulullah di awal kenabiannya.

Menurutnya, membaca dinamika zaman melalui literatur-literatur penting untuk menyesuaikan diri dengan konteks situasi yang sedang dihadapi. “Seperti dalam beragama, yang utama adalah memuliakan Tuhan dan membangun kemaslahatan di muka bumi. Mengenai caranya, kita beragama sekarang sesuai media dan tata caranya sesuai perkembangan zaman ini,” tuturnya.

Untuk menghentikan penularan covid-19 yang kini menjadi pandemi, edukasi perlu digencarkan guna mengubah pola pikir masyarakat. Pentingnya edukasi dalam menghadapi pandemi juga ditekankan rektor UGM, Prof Panut Mulyono.

Saat ini, kata Panut, UGM telah mengarahkan para akademisinya ‘turun’ ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, salah satunya dengan pembuatan buku saku covid-19 yang tersedia dalam beragam bahasa.

Pemerintah telah meminta bantuan sejumlah perguruan tinggi untuk menggencarkan edukasi. Menteri BUMN Erick Thohir sependapat bahwa masyarakat perlu berpikir bersih dalam menerima setiap informasi yang mereka dapat. “Mereka juga perlu (harus diajari) disiplin dalam berperilaku,” pungkasnya. (Ardi Teristi Hardi/H-2)

BERITA TERKAIT