12 May 2020, 02:55 WIB

Latihan Perang AL Iran Makan Korban 19 Jiwa


MI | Internasional

SEBUAH kapal Angkatan Laut Iran tenggelam terhantam peluru yang tidak sengaja ditembakkan dari rekan mereka dari kapal fregat di Selat Hormuz Oman, Minggu (10/5). Insiden itu telah menewaskan 19 tentara Iran dan melukai 15 pelaut lainnya.

“Pada Minggu sore, selama latihan dengan sejumlah kapal angkatan laut di perairan Jask dan Chabahar, kapal pendukung Konarak mengalami kecelakaan,” kata sebuah pernyataan di situs web tentara.

“Jumlah martir dalam kecelakaan tersebut adalah 19 orang dan 15 lainnya juga telah terluka,” tambah pernyataan itu sekaligus mengatakan kapal telah ditarik ke darat.

Wartawan lokal mengatakan, fregat Jamaran sedang menguji coba rudal antikapal baru yang kemudian mengenai Konarak, sebuah kapal logistik. Media menggambarkan insiden pada Minggu di dekat Selat Hormuz itu sebagai ‘kecelakaan’ atau ketidaksengajaan.

Teluk Oman merupakan jalur pelayaran yang sangat sensitif, sebab terhubung ke Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, yang pada gilirannya tersambung ke Teluk. Jamaran dioperasikan Garda Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menembakkan rudal sebelum waktunya dan sebelum Konarak punya waktu berlayar jauh dari target mengambang.

“Konarak tengah membantu menetapkan target untuk kapal perang ketika terkena misil,” kata TV pemerintah.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan gambar yang dikatakan sebagai pelaut yang terluka dievakuasi ke ambulans. “Kondisi insiden saat ini masih menjalani pemeriksaan teknis,” demikian kantor berita ISNA. Kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa kapal lain tak sengaja melepaskan roket ke kapal Konarak selama latihan berlangsung. 

“Fregat kelas Moudge Jamaran secara tak sengaja menembak kapal Konarak dengan sebuah roket,” demikian tulis kantor berita tersebut.

Sebelumnya pada Januari lalu, IRGC menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Ukraina di dekat ibu kota Iran, Teheran, menewaskan semua 176 orang di dalamnya. Ketegangan antara dua seteru bebuyutan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. AS menuduh Iran ‘mengganggu’ kapal-kapal angkatan lautnya di Teluk Persia. Iran telah meningkatkan patroli di Teluk setelah Angkatan Laut AS memblokade jalur kapal Iran. (AFP/BBC/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT