11 May 2020, 22:50 WIB

Dubes Harus Mampu Jadi Duta Investasi


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

DUTA Besar harus memiliki jiwa entrepeneur dan kemampuan marketing yang produkdif. 

Hal ini searah dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang meminta para duta besar menjadi duta investasi dan ekspor.  

"Presiden Jokowi pernah mengatakan bahwa di era saat ini bukan negara besar yang mengalahkan negara kecil, melainkan negara cepat yang mengalahkan negara lambat. Peran ini berada tepat di pundak duta besar dan para diplomat yang ditugaskan di seluruh dunia," tandas anggota Dewan Kehormatan Partai Hanura Gerry Hukubun melalui pesan singkat, Senin (11/5).

Indonesia, ujarnya, sudah tidak bermasalah lagi dengan peta perpolitikan global. Dengan demikian, sudah saatnya diplomasi Indonesia ditopang oleh diplomasi ekonomi.

Melalui diplomasi ekonomi, ujarnya, pemerintah harus memikirkan bagaimana meningkatkan penetrasi ekonomi di luar negeri.

Menurutnya, Presiden Jokowi menyadari bahwa selain pentingnya peran diplomasi di bidang politik, sektor ekonomi harus menjadi fokus utama para dubes.

"Salah satu cara agar dapat mengoptimalkan peran duta besar tersebut adalah jangan pernah terpaksa dengan lingkungan tertentu. Duta besar sesungguhnya adalah jabatan karier dan juga jabatan politik. Seharusnya akan lebih mudah untuk mencari orang-orang yang berpotensi dapat menjalankan fungsi sebagai duta investasi dan ekspor di negara yang ditempatkan,” tandas Gerry.

Karakter duta besar seperti ini, imbuhnya, bukan yang sifatnya administratif melainkan produktif menjemput bola. Bukan tipe yang mengutamakan laporan tertulis melainkan mencari peluang secara lisan.

"Masih banyak negara-negara yang berpotensi yang dapat digali peluang dan dijalankan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menarik investasi dan ekspor. Semua tergantung dari para ujung tombak kita di luar sana. Karena mereka adalah yang mempunyai kewenangan makanya disebut yang mulia dan mempunyai kuasa penuh," pungkasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT