11 May 2020, 21:30 WIB

Pemkot Depok Perpanjang PSBB Hingga 26 Mei 2020.


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

WALI KOTA Indris Abdul Shomad menetapkan perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok untuk 1 kali inkubasi (14 hari) mulai 13 Mei hingga 26 Mei 2020. Sebelumnya, PSBB telah dilakukan selama dua pekan.

"Perpanjangan PSBB ini dilakukan karena berkenaan dengaan tren perkembangan kasus konfirmasi, Orang Dalam Pemantauan (ODP) Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," ungkap Idris, Senin (11/5).

Pada masa sebelum PSBB dan PSBB ke 2, jelas Idris, cenderung mengalami penurunan rata-rata kasus per hari. Namun, mengingat masih terjadi penambahan kasus dalam setiap harinya yang disebabkan import case dan transmisi lokal serta masih tingginya pergerakan orang, sore hari tadi dilayangkan surat bernomor: 443/233/Huk/GT tanggal 11 Mei 2020 kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang perihal ini.

"Penambahan PSBB ini dilakukan setelah Pemerintah Kota Depok bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkomindo) Kota Depok secara bulat bersepakat untuk memperpanjang PSBB di wilayah Kota Depok Artinya, periode ketiga PSBB ini mulai tanggal 13 Mei sampai dengan 26 Mei 2020," ujar Idris

Idris mengungkapkan pertumbuhan kasus positif Covid -19 di Kota Depok masih bertambah dan membutuhkan waktu untuk mengentaskannya bersama-sama.

"Selama dua minggu ini pula masih banyak di antara masyarakat yang melakukan ketidaktaatan, pelanggaran, kerumunan massa. Karena itulah, saya ingin sampaikan kepada semuanya, bila kita ingin agar pandemi ini cepat selesai, maka semua harus sepakat, kompak untuk disiplin melaksanakannya. Semakin kita disiplin untuk berada di rumah, mengurangi aktivitas di luar, maka semakin sedikit interaksi, maka makin sedikit pula potensi penularan, maka insyaAllah wabah ini bisa lebih cepat kita selesaikan," terangnya.

Diketahui, Update terkini covid-19 di Kota Depok. Untuk kasus konfirmasi 360 kasus, sembuh 65 dan meninggal 21.

Untuk pasien dalam pengawasan 1351 kasus, selesai pengawasan 626. Sisanya 725 masih dalam pengawasan. Untuk orang dalam pemantauan 3496, selesai pemantauan 1918. "Sedangkan sisanya 1.575 masih dalam pemantauan," pungkasnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT